Berita

Joe Biden/Net

Dunia

Analis Tiongkok Berharap Menteri Perdagangan AS Pilihan Biden Bisa Perbaiki Hubungan Dagang Dengan China

SABTU, 09 JANUARI 2021 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden terpilih AS Joe Biden telah menominasikan Gubernur Rhode Island, Gina Raimondo, sebagai Sekretaris Perdagangannya pada Kamis (7/1) waktu setempat. Sejumlah analis China berharap penunjukan itu akan menjadi pembuka kebuntuan hubungan dagang China-AS.

Para pengamat berharap Raimondo akan mengingat retorika moderat masa lalunya tentang China, agar dapat meredakan ketegangan perdagangan dengan Beijing yang disebabkan oleh Presiden Donald Trump selama ia menjadi presiden AS.

Para analis juga berharap Raimondo akan memainkan peran aktif dalam memfasilitasi perdagangan China-AS dan dialog ekonomi.


Namun demikian, para analis menduga tidak akan ada perubahan yang signifikan antara kebijakan Trump dan Biden dalam upaya AS untuk mengekang kebangkitan Beijing. Terutama dengan tindakan keras teknologi - meskipun cara untuk mencapai tujuan tersebut mungkin berbeda.

Pengamat China mengatakan mereka  sebenarnya sedikit terkejut dengan pilihan Biden, yang berasal dari negara bagian AS yang kurang dikenal di arena internasional dan memiliki hubungan terbatas dengan China.

"Tapi ini sejalan dengan pilihan Biden dari pejabat dengan pandangan multilateral. Gubernur AS lebih bersedia untuk mempromosikan perdagangan China-AS dan dialog ekonomi daripada pejabat federal, karena mereka bertanggung jawab kepada pemilih lokal," kata Gao Lingyun, seorang ahli di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (8/1).

"Jika logika seperti itu diwariskan, itu akan terjadi. Sebuah tanda positif bagi dua ekonomi terbesar dunia untuk memperbaiki hubungan perdagangan yang tenggelam," lanjutnya.

Jika disetujui Senat, Raimondo akan mengepalai departemen yang saat dipimpin oleh Wilbur Ross, yang selama masa jabatannya bersama USTR Robert Lighthizer membantu Trump melancarkan perang dagang dengan China.

Lebih penting lagi, Ross juga dengan jahat menindak kebangkitan teknologi China. Melalui Biro Industri dan Keamanan, ia memasukkan berbagai perusahaan teknologi China ke daftar hitam, termasuk Huawei dan ZTE, atas klaim ancaman keamanan nasional, melarang pemasok AS mengirimkan komponen kepada mereka.  

Raimondo diharapkan memainkan peran kunci dalam membantu Biden memutuskan apakah akan melanjutkan atau mencabut kendali ekspor ini. Para analis memiliki pandangan optimis yang hati-hati, meskipun mereka mencatat bahwa sikap konfrontatif lama Washington terhadap Beijing tidak akan berubah.

"Tapi bagaimana mereka menangani China akan dapat diprediksi, dan cara mereka untuk membatasi China akan berbeda dari Trump," kata He Weiwen, mantan pejabat perdagangan senior dan rekan senior Institut Studi Keuangan Chongyang di Universitas Renmin China.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya