Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Akhirnya Akui Kemenangan Joe Biden, Trump Ingin Peralihan Kekuasaan Yang Mulus

JUMAT, 08 JANUARI 2021 | 08:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengakui kemenangan Joe Biden dalam pilpres 2020, sehari setelah insiden kerusuhan di Capitol Hill.

Pengakuan itu disampaikan Trump melalui sebuah video berdurasi 2 menit 41 detik yang diunggah di akun Twitter-nya, @realDonaldTrump pada Kamis (7/1) waktu setempat.

Trump mengatakan, pemilihan yang intens dan penuh dengan emosi sudah berakhir. Untuk itu, Amerika harus tenang dan memulihkan diri.


Ia mengaku, berbagai upayanya untuk mengejar jalur hukum atas hasil pemilu dilakukan untuk memastikan integritas suara.

"Satu-satunya tujuan saya adalah memastikan integritas suara. Dengan melakukan itu, saya berjuang untuk mempertahankan demokrasi Amerika," kata Trump.

"Saya sangat yakin bahwa kita harus mereformasi UU pemilu untuk memverifikasi identitas dan kelayakan semua pemilih dan untuk memastikan keyakinan dan kepercayaan dalam semua pemilu mendatang," tambahnya.

Meski begitu, ia mengatakan, Kongres telah mengesahkan hasil pemilu pada Kamis dini hari waktu setempat dan pemerintahan baru akan diresmikan pada 20 Januari.

"Sekarang, Kongres telah mensertifikasi hasilnya. Pemerintahan baru akan diresmikan pada 20 Januari. Fokus saya sekarang beralih ke memastikan peralihan kekuasaan yang mulus, teratur, dan tanpa hambatan. Momen ini membutuhkan penyembuhan dan rekonsiliasi," tutur Trump.

Lebih lanjut, Trump menyampaikan apresiasi kepada para pendukungnya. Ia juga meminta seluruh warga Amerika bersatu.

"Kita harus merevitalisasi ikatan suci cinta dan kesetiaan, yang mengikat kita bersama sebagai satu keluarga nasional," ujarnya.

"Kepada rakyat, melayani Anda sebagai presiden adalah kehormatan seumur hidup saya. Dan kepada semua pendukung saya yang luar biasa. Saya tahu Anda kecewa, tetapi saya juga ingin Anda tahu bahwa perjalanan luar biasa kita baru saja dimulai," tambahnya.

Kerusuhan di Capitol Hill pada Rabu (6/1) terjadi ketika para pendukung Trump berusaha untuk menggagalkan Sidang Kongres untuk mensertifikasi kemenangan Biden.

Para pendukung Trump dilaporkan merangsek masuk ke gedung, bentrok dengan petugas, dan melakukan aksi kekerasan. Insiden itu membuat empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Kerusuhan sendiri berhasil menghentikan sidang selama 8 jam, sebelum akhirnya dilanjutkan pada Rabu malam dan berakhir pada Kamis dini hari.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya