Berita

Gedung Capitol Hill dikepung massa pendukung Donald Trump, Rabu 6 Januari 2021 waktu setempat/CNN

Dunia

Desak Pendemo Mundur, Joe Biden Minta Trump Redakan Kerusuhan

KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pendukung Presiden Donald Trump yang mengamuk menyerbu Capitol Hill pada Rabu (6/1) waktu setempat. Mereka berbaris melalui gedung, meneriakkan dan melambai-lambaikan bendera Trump dan Amerika, dan memaksa penghentian sertifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden.

Senator dievakuasi dan beberapa anggota parlemen DPR men-tweet bahwa mereka berlindung di kantor mereka

Presiden terpilih AS Joe Biden langsung meminta Trump untuk tampil di TV nasional untuk mengecam 'pemberontakan' tersebut. Dia juga menyebut adegan di Capitol Hill sangat 'memalukan'.


Dilaporkan AFP, Kamis (7/1), Trump akhirnya berbicara dalam rekaman video, mengatakan: "Anda harus pulang sekarang. Kita harus memiliki perdamaian. Kita harus memiliki hukum dan ketertiban."

Namun, lagi-lagi dia kembali mengulangi klaim dan mengatakan bahwa pemilu itu dicuri.

Pendukung Trump telah bersitegang dengan polisi Capitol dan kemudian memaksa masuk ke gedung tidak lama setelah rapat umum di dekat Gedung Putih di mana Trump mengatakan: "Kami tidak akan pernah menyerah, kami tidak akan pernah menyerah. Kami akan menghentikan pencurian. "

Beberapa petugas polisi terluka dan Pengawal Nasional dimobilisasi untuk memberikan dukungan.
Kondisi di dalam ruang sidang sangat mengerikan. Para senator merunduk di bawah kursi mengamankan diri, sebelum para petugas mengevakuasi mereka ke tempat aman.

Kekerasan di Capitol HIll terjadi saat Kongres bertemu untuk menegaskan kemenangan pemilihan Biden.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya