Berita

M. Qodari/Net

Politik

M. Qodari: Maruf Amin Diam Karena Didesain Elit Tidak Terlalu Menonjol

RABU, 06 JANUARI 2021 | 16:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Presiden KH Maruf Amin tidak banyak muncul di permukaan. Padahal, kondisi politik di Indonesia saat ini tengah memanas.

Publik pun banyak menilai kinerja wakil presiden kurang maksimal dalam menghadapi situasi saat ini.

Menurut Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari mengatakan diamnya Maruf Amin bukanlah keinginan dia, melainkan Maruf sebagai produk dari desain elite parpol yang mendukungnya jadi wapres.


“Saya kira Pak Maruf Amin seperti ini adalah produk dari desain yang dibuat atau pilihan-pilihan yang dibuat oleh elite poltiik pada waktu itu, what you see is what you get, itu yang sesungguhnya terjadi,” ucap Qodari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/1).

Dia mengatakan Maruf Amin sebetulnya orang yang vokal dalam berbagai masalah. Terlihat saat adanya kasus Ahok, Maruf Amin andil dalam mengeluarkan fatwa lantaran saat itu menjadi petinggi MUI.

Menurutnya, Maruf Amin banyak diam lantaran tengah memenuhi ekspektasi elite parpol yang ingin mantan Rois Aam ini tidak terlalu menonjol di pemerintahan.

“Saya kira Pak Maruf Amin sendiri di luar kepribadiannya, dan latar belakang tadi memang sebetulnya justru sedang berusaha memenuhi ekspektasi elite politik itu,” katanya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya