Berita

Wapres Maruf Amin/Net

Politik

Siti Zuhro: Apakah Maruf Amin Happy Dengan Situasi Ini? Kalau Iya Berarti Pembiaran

RABU, 06 JANUARI 2021 | 16:03 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Presiden KH Maruf Amin sempat menyinggung soal ekonomi syariah bakal digenjot, namun faktanya kontribusi bank syariah tidak begitu menyenangkan dalam situasi krisis saat ini.

Pengamat politik senior Siti Zuhro mengatakan, ada fenomena PP Muhammadiyah bakal menarik investasinya di Bank Syariah lantaran dianggap pengelolaan bank syariah yang kurang banyak memiliki andil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Itu juga menjadikan animo umat ya, karena yang menjadi nasabah umat Islam, apakah menimbulkan animo kepada masyarakat atau sebaliknya? Apalagi dengan respons dari Muhammadiyah kalau betul ingin menarik investasinya itu, lalu dirasakan (Wapres) memang tidak hadir,” ucap Siti Zuhro kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/1).


Siti Zuhroh kemudian membandingkan antara Jusuf Kalla dan KH Ma’ruf Amin.

Kata Siti Zuhroh, cara menghadapi pandemi sangat jauh berbeda dalam menangani segala situasi darurat dalam negeri.

“Terutama ketika waktu berpasangan dengan Pak SBY, ada yang the real presidennya Pak JK lah jadi goreng ke politik kan, jadi kelihatan di depan. Pak Maruf Amin ini kelihatannya juga bukan tipe yang bermedia ria, tidak open terhadap media atau tidak terlalu welcome gitu ya,” katanya.

Menurutnya, sistem presidensial di Indonesia yang memiliki prioritas itu adalah presiden menjadi masalah tersendiri sehingga peran wakil presiden tidak menonjol.

Siti Zuhro pun menyoroti perihal ekonomi syariah yang tidak terlalu menonjol belakangan ini, padahal Maruf Amin sempat menjanjikan akan membangkitkan ekonomi berbasis syariah di Indonesia.

“Ekonomi syariah ternyata belum (realisasinya), dan kena pandemi Covid-19 ini ternyata enggak bisa digenjot, tapi kembali ke sosok Pak Maruf Amin, apakah dia happy berperan seperti itu, kalau dia happy ya dia ada pembiaran soal itu, tapi kalau Pak JK kan kayaknya risau kan gitu ya, karena ingin ikut mengeksekusi,” katanya menutup.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya