Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jelang Aksi Massa 6 Januari Oleh Pendukung Trump, AS Kerahkan Ratusan Anggota Garda Nasional

SELASA, 05 JANUARI 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah bersiap mengerahkan pasukan Garda Nasional jelang aksi massa yang akan dilakukan pendukung Trump untuk memprotes pemungutan suara kongres yang akan menegaskan kemenangan pemilihan Joe Biden.

Menurut rencana, aksi tersebut akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Selasa dan Rabu (5-6 Januari) waktu setempat, tepat saat pemungutan suara digelar.

Polisi DC telah memasang tanda di seluruh pusat kota yang memperingatkan bahwa membawa senjata api apa pun adalah ilegal.


Kepala polisi, Robert Contee, juga telah meminta penduduk untuk memberitahu pihak berwenang tentang siapa pun yang mungkin bersenjata.

"Ada orang yang berniat datang ke kota kami dengan bersenjata," kata Contee pada hari Senin, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (5/1).

Itu terjadi ketika Enrique Tarrio, pemimpin kelompok Proud Boys yang dikenal anarkis, ditangkap di DC dan didakwa dengan perusakan properti - terkait dengan protes pro-Trump sebelumnya - dan pelanggaran senjata api.

Seorang anggota kongres yang baru terpilih mengangkat masalah senjata api di ibu kota pada hari Minggu, berjanji untuk membawa senjatanya di Kongres.

Republikan Lauren Boebert, dari kota Rifle, Colorado, diingatkan oleh Contee bahwa dia akan "dikenakan hukuman yang sama seperti orang lain yang tertangkap di jalan-jalan DC membawa senjata api."

Sekitar 340 anggota Garda Nasional DC akan dikerahkan, dengan sekitar 115 bertugas di jalan-jalan pada waktu tertentu, kata pejabat pertahanan itu, yang memberikan rincian tanpa menyebut nama untuk membahas musyawarah internal.

Aparat akan digunakan untuk mengatur titik kontrol lalu lintas di sekitar kota dan untuk berdiri dengan petugas polisi distrik di semua halte kota. Contee mengatakan pasukan Pengawal juga akan digunakan untuk mengatur agar tidak terjadi kerumunan.

Tarrio sendiri telah mengatakan di media sosial dan dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post bahwa dia bersama pasukannya, Proud Boys, akan ikut dalam aksi 5-6 Januari.

Ia mengumumkan di media sosial bahwa Proud Boys akan "muncul dalam jumlah besar pada tanggal 6 Januari", tetapi mereka akan menyebar ke seluruh kota dengan penyamaran.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya