Berita

AM Hendropriyono/Net

Politik

Saling Balas Komentar, Hendropriyono: Kamu Berubah 180 Derajat, Bukan Pigai Yang Dulu

SABTU, 02 JANUARI 2021 | 03:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi saling balas komentar dipertontonkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dan Natalius Pigai.

Awalnya, Pigai mempertanyakan kapasitas Hendropriyono menggunakan diksi ortu (orang tua) yang bicara soal pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

"Ortu mau tanya. Kapasitas Bapak di Negeri ini sebagai apa ya, Penasihat Presiden, Pengamat? Aktivis? Biarkan diurus generasi Abad ke 21 yang egaliter, humanis, Demokrat. Kami tidak butuh hadirnya dedengkot tua,” tulis Pigai di akun Twitternya, Jumat (1/1).


Hal itu disampaikan Pigai menyinggung pernyataan Hendropriyono yang mendukung langkah pemerintah membubarkan ormas FPI. Bahkan Gurubesar Sekolah Tinggi Intelijen Negara itu menyebut organisasi pelindung FPI tinggal menunggu giliran untuk ditindak.

Merasa disindir, Hendropriyono pun membalasnya di akun Twitter pribadinya. Ia menjelaskan, seorang pejuang tak akan berhenti untuk membela negara tanpa menghitung untung rugi jika merasa negaranya dalam bahaya.

"Sebagai pejabat, saya dulu berjuang dengan kewenangan saya. Sekarang sebagai rakyat dengan mulut saya dan jika kelak tak berdaya secara fisik, maka saya akan berjuang dengan do'a saya. Begitu bentuk tingkatan iman saya, sebagai seorang muslim," tulis Hendropriyono.

"Apa yang saya sampaikan hanya menasihati supaya kamu tidak larut, tersesat dan menyesal, karena saya yakin kalau sekarang tidak mau mendengarnya, kelak kamu juga akan sadar," lanjutnya.

Hendropriyono pun mengaku sempat mengenal Pigai saat menjabat sebagai Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017. Ia juga membantah tudingan pernah menawari jabatan kepada Pigai.

"Saya mengenalmu karena menganggap kamu seorang pemuda harapan bangsa yang patriotik, berani, dan pandai. Karena itu saya tanya kenapa kamu tidak jadi pejabat saja, agar semua bakat dan potensimu tersalur dan bermanfaat," tulis Hendropriyono.

Namun demikian, Pigai yang dulu dikenalnya sebagai seorang patriotik kini diakui telah berubah.

"Setelah lama tidak bertemu dan kamu bukan penguasa lagi, kamu berubah 180 derajat. Selain patriotisme dan kepandaianmu, moralmu juga sangat merosot," tegasnya.

"Semua kata yang keluar dari mulutmu adalah ungkapan dari pikiranmu. Itulah sebabnya saya bisa bilang kamu bukan Pigai yang dulu lagi," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya