Berita

Ilustrasi/RMOLNetwork

Politik

4 Kali Pilkada Ponorogo, Petahana Tak Pernah Menang

JUMAT, 01 JANUARI 2021 | 16:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Di antara kabupaten/kota di Jawa Timur, Ponorogo, termasuk yang punya keunikan terkait dengan pemilihan kepala daerah. Pasalnya, sejak 2005, tak pernah ada Bupati Ponorogo yang mampu berkuasa selama dua periode.

Pada Pilkada 2005 yang diikuti 5 pasangan calon kepala daerah. Paslo nomor urut 01 saat itu adalah Supriyanto dan Handoko Sudrisman. Keduanya diusung PDIP.

Kemudian paslon nomor urut 02, Muhadi Suyono-Amin, diusung PKB. Paslon nomor urut 03, Yuli Nursanto-Achmad Soenarno, diusung Partai Demokrat dan PPP. Paslon nomor urut 04, Asmuni-Soesilo Hadi Soeprapto, diusung partai Golkar.


Sementara untuk paslon 05, Moch. Supadjar dan Muryanto, diusung oleh banyak partai. Yakni PNI Marhaenisme, PBSD, PBB, Partai Merdeka, PPDK, PPIB, PNBK, PKPI, PPDI, PPNUI, PKPB, PKS, PBR, PDS, Partai Patriot Pancasila, PSI, PPD, dan Partai Pelopor.

Hasil pada Pilkada 2005, paslon 02 Muhadi Suyono-Amin meraih suara terbanyak dengan 222.647 suara atau sekitar 45,2 persen.

Sementara paslon 01 dapat 149.301 suara, paslon 02 222.647, paslon 03 27.818 suara, paslon 04 22.127 suara, paslon 05 69.892 suara.

"Yang menang bukan petahana. Nomor 5 itu dulunya Wabup kemudian jadi Plt Bupati. Karena Bupatinya saat itu Pak Markum jadi anggota DPR RI," kata Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, Arwan Hamidi, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Selanjutnya, pada Pilkada 2010 diikuti 3 paslon. Nomor urut 01, Muhadi Suyono-Yusuf Pribadi (Hayu). Nomor urut 02, Amin-Yuni Widyaningsih (Ada). Nomor urut 03, Suprianto-Nyamut Suseno (Primus).

Untuk paslon 01 diusung PKB, PDIP, dan PKS. Saat itu mendapat 166.870 suara atau 32,15 persen. Muhadi yang sebelumnya berhasil menjabat Bupati Ponorogo bersama pasangannya Amin berganti pasangan dengan Yusuf Pribadi.

Pasangan Ada yang diusung partai Golkar mendapat 248.651 suara atau 46,3 persen. Amin yang sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati kemudian maju Pilkada sebagai bupati menggandeng Yuni.

Pasangan Primus yang diusung partai Demokrat dan PKPB mendapat 115.621 suara atau 21,53 persen.

"Pemenangnya saat itu paslon 02, Amin-Yuni, lalu diikuti paslon 03, dan terakhir paslon 01," jelas Mamik, sapaan akrab Arwan Hamidi.

Pada Pilkada 2015 yang diikuti 4 paslon, yang menang adalah kuda hitam. Paslon nomor urut 04, Ipong Muchlissoni-Soedjarno.

"Paslon nomor 04 diusung partai Gerindra, PAN, Nasdem mendapat 219.958 suara atau 39,37 persen," urainya.

Sementara sang petahana yang merupakan paslon 02, Amin-Agus Widodo yang diusung PKB dan PDIP mendapat 123.761 suara atau 22,15 persen. Usai menjabat sebagai Bupati pada periode 2010 hingga 2015, Amin kembali maju dengan menggandeng Agus Widodo.

Pasangan 01 Sugiri Sancoko-Sukirno yang diusung Partai Golkar, Demokrat, PKS, Hanura mendapat 205.587 suara atau 36,8 persen.

Paslon 03, Misranto-Isnen Supriyono melalui jalur independen mendapat 9.422 suara atau 1,69 persen.

Nah, demikian juga di Pilkada 2020 yang digelar pada 9 Desember 2020. Pada Pilkada kali ini diikuti 2 paslon. Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita, yang diusung PDIP, PAN, PPP, Hanura mendapat 352.047 suara atau 61,7 persen.

Paslon 2, Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono, dan diusung Partai Nasdem, PKB, Gerindra, Demokrat, Golkar, dan PKS mendapat 218.073 suara atau 38,3 persen.

Ipong yang merupakan petahana sempat diunggulkan karena diusung 6 partai. Namun, lagi-lagi fakta menunjukkan fenomena petahana kembali mengalami kekalahan terulang di Pilkad Ponorogo.

"Peraih suara terbanyak paslon 01, Sugiri-Lisdyarita," tambah mamik.

Mamik tidak menampik sepanjang empat kali Pilkada langsung di Ponorogo, petahana selalu kalah. Namun pihaknya tidak bisa menafsirkan kekalahan petahana, sebab KPU tidak punya tugas dan kewenangan menilai dan menafsirkan.

"Ya, biasa saja. Dalam demokrasi ada yang terpilih dan ada yang tidak. Mungkin kebetulan di Ponorogo demikian," tandas Arwan.

Di sisi lain, praktisi Kebudayaan, Ki Purbo Sasongko, menilai karakter masyarakat Ponorogo unik. Warga termasuk suka berterus terang apa adanya, reaktif, dan agresif.

Dari situlah terbangun mitos baru, danyange (sesepuh) Ponorogo tidak senang dengan tingkah yang macam-macam. Dan berpengaruh terhadap proses di masyarakat saat akan memilih calon pemimpin mereka.

"Sakcukupe wae (seperlunya saja). Danyang menurut pemahaman orang kan yang mbaurekso. Namun dalam pandangan saya, Danyang adalah kristalisasi pendapat dan keinginan wong Ponorogo karena kesamaan frekuensi pemikiran. Nah sedikit kekecewaan akan langsung direaksi oleh masyarakat dengan pemikiran agresif," jelas Purbo.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya