Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Walau Ada Perjanjian Ekstradisi Dengan Beijing, Turki Janji Tidak Akan Deportasi Warga Uighur Ke China

KAMIS, 31 DESEMBER 2020 | 13:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Turki menepis dugaan bahwa perjanjian ekstradisi dengan pemerintah China akan berimbas pada pengiriman Muslim Uighur secara massal ke negara China. Pernyataan itu ditegaskan oleh konsulat China di Istambul saat menerima 20 perwakilan Uighur berkewargaan Turki.  

Kedatangan mereka tidak lama setelah parlemen China mengumumkan pengesahan perjanjian ekstradisi 2017 dengan pemerintah Turki.

Ankara sebenarnya belum meratifikasi perjanjian itu, tetapi persetujuannya di Beijing telah membuat komunitas Uighur Turki yang diperkirakan berjumlah 50.000 orang diterpa kecemasan. Banyak yang mengkhawatirkan bahwa perjanjian itu akan digunakan Beijing  untuk mempercepat pemulangan pengungsi Uighur yang dicurigai melakukan terorisme.


Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu tidak mengatakan kapan parlemen Turki akan menegaskan lagi kesepakatan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa persetujuan Turki terhadap perjanjian ekstradisi tidak berarti Turki akan mendeportasi pengungsi Uighur  ke China.

“Hingga saat ini, masih ada permintaan pemulangan dari China terkait Uighur di Turki. Dan Anda tahu Turki belum mengambil langkah seperti ini," kata Cavusoglu, seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (30/12).

Ia menambahkan, alangkah tidak adil jika kesepakatan ekstradisi itu berarti mendeportasi pengungsi Uighur.

"Kami lebih sensitif terhadap masalah seperti itu dibanding yang lain,” katanya.

Salah seorang etnis Uighur berkewarganegaraan Turki merasa optimis bahwa Turki akan melakukan yang terbaik, sementara dirinya sendiri mah dicekam kekhawatiran karena anak-anaknya masih tertahan di Xinjiang.

“Insya Allah, kami berharap negara kami tidak akan menyetujui hal seperti itu,” katanya. “Tapi jika ya, kami sangat khawatir. Karena bagi China, 50 ribu orang Uighur yang tinggal di sini adalah penjahat."

Aktivis hak asasi manusia mengatakan Xinjiang adalah rumah bagi jaringan luas kamp interniran di luar hukum yang telah memenjarakan setidaknya satu juta orang

China mengatakan kmap-kamp tersebut pusat pelatihan kejuruan untuk melawan ekstremisme.

Di wilayah Xinjiang (barat laut), China telah memulai kebijakan pengawasan maksimum terhadap warga Uighur setelah terjadi banyak serangan mematikan terhadap warga sipil di sana. Beijing menyalahkan serangan kepada separatis Uighur dan gerakan Islamis.

Menurut para ahli asing, otoritas China telah menahan setidaknya satu juta orang, termasuk Uighur, di ‘kamp’ mereka. Beijing menolak tuduhan yang dilancarkan Barat itu.

Berulang kali otoritas China mengatakan bahwa kamp yang dituduhkan pihak Barat adalah ‘pusat pelatihan kejuruan’, bukan penjara atau tahanan. Kamp itu dimaksudkan untuk membantu melatih kembali penduduk yang sempat terlibat ekstremisme dengan berbagai keahlian.

Beberapa orang Uighur yang diyakini menjadi korban penganiayaan telah melarikan diri ke Turki.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya