Berita

Apache/Net

Dunia

AS Beri Lampu Hijau Penjualan Paket Senjata Rp 56 Triliun Ke Kuwait, Termasuk Delapan Unit Apache

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menjual paket senjata senilai 4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 56 triliun (Rp 14.000/dolar AS) ke Kuwait, termasuk delapan helikopter Apache AH-64E dan modernisasi 16 unit Apache lama.

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) pada Selasa (29/12) mengatakan, Departemen Luar Negeri AS sudah menandatangani paket penjualan senjata tersebut.

"Pemerintah Kuwait telah meminta untuk membeli delapan AH-64E Apache Longbow Attack Helicopters dan remanufaktur 16 helikopter Apache AH-64D ke konfigurasi AH-64E," demikian DSCA, seperti dikutip Sputnik.


Dalam pernyataan terpisah, DSCA juga mengumumkan persetujuan Departemen Luar Negeri untuk penjualan suku cadang senilai 200 juta dolar AS yang diusulkan untuk sistem pertahanan rudal Patriot Kuwait.

DSCA menyebut penjualan itu mendukung kebijakan luar negeri AS dan keamanan nasional, dengan membantu memperkuat kekuatan sekutu utama non-NATO yang dikatakan sebagai elemen kunci dalam stabilitas politik dan kemajuan ekonomi untuk Timur Tengah.

Adapun kontraktor utama untuk perjanjian Apache termasuk Boeing, Lockheed Martin, General Electric, Raytheon dan Longbow, sedangkan DSCA menunjuk Raytheon sebagai pemasok utama peralatan untuk sistem pertahanan rudal Patriot.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya