Berita

Seorang petugas Polisi Perbatasan berjaga di samping kediaman resmi duta besar AS di Herzliya, 9 September 2020/Net

Dunia

Rumah Dinas Dubes AS Untuk Israel Terjual Seharga Lebih Dari 946 Milyar Rupiah

RABU, 30 DESEMBER 2020 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah berhasil menjual kediaman duta besar mereka di Israel dengan harga lebih dari 67 juta dolar AS (sekitar 946 milyar rupiah).

Departemen Luar Negeri telah mengonfirmasi penjualan tersebut berlangsung pada Juli 2020, dan baru diungkap ke publik pada beberapa minggu belakangan.

Mereka menolak untuk mengidentifikasi siapa pembeli atau mengungkapkan harga jual kompleks yang berdiri di tepi pantai yang luas, di pinggiran kota kelas atas Tel Aviv di Herzliya.


Sementara, surat kabar bisnis Globes telah mengidentifikasi bahwa pembeli properti itu adalah raja kasino AS, Sheldon Adelson, pendukung kuat Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Namun, seorang perwakilan Adelson mengatakan miliarder itu tidak berkomentar atas kabar tersebut.

Terjual dengan harga lebih dari 67 juta dolar AS, tampaknya tempat tinggal tunggal itu menjadi properti termahal yang pernah dijual di Israel.

Penjualan tersebut membantu memperkuat keputusan Trump untuk merelokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 2018 lalu dan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dengan terjualnya properti itu, akan mempersulit presiden masa depan untuk membatalkan keputusan pemindahan kedutaan. Sementara, Presiden terpilih AS Joe Biden telah mengkritik keputusan untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem tetapi mengatakan dia tidak akan membatalkannya.
Catatan yang diposting pada Senin (28/12) oleh Otoritas Pajak Israel menunjukkan bahwa penjualan kediaman resmi selesai pada 31 Juli, beberapa minggu sebelum Departemen Luar Negeri mengakuinya.

Mereka mencantumkan harga jual 230.353.536 syikal Israel atau setara 67.592.000 dolar AS menurut nilai tukar resmi hari itu.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Duta Besar David Friedman, yang ikut menggerakkan pemindahan kedutaan, akan terus tinggal di properti perkebunan  yang disewa pemerintah AS hingga musim semi 2021.

Mereka juga menolak mengatakan berapa banyak pemerintah AS sekarang membayar untuk menyewa properti itu.

Pembantu Kongres mengatakan kepada The Associated Press pada bulan September bahwa anggota parlemen di DPR dan Senat sedang menyelidiki apakah penjualan kediaman tersebut sesuai dengan peraturan.
Departemen Luar Negeri belum mengatakan berapa banyak sewa yang dibebankan kepada pembayar pajak AS.

Ketika ditanya tentang catatan penjualan yang baru diterbitkan, Kedutaan Besar AS merujuk pada pernyataan sebelumnya dan tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Sementara, kantor real estate Israel yang menjadi perantara kesepakatan tersebut merujuk semua pertanyaan ke Kedutaan Besar AS.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya