Berita

Repro

Nusantara

Parodi Lagu Indonesia Raya, Rakyat Tahan Diri Jangan Sampai Ada Ganyang Malaysia Jilid II

SELASA, 29 DESEMBER 2020 | 10:10 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai unggahan video parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diduga dilakukan netizen asal Malaysia, merupakan tindakan biadab yang menghina simbol negara Indonesia.

Namun, Indonesia dan Malaysia perlu mewaspadai upaya provokasi yang bertujuan untuk merusak hubungan kedua negara. Untuk itu, ia berharap agar rakyat Indonesia menahan diri dan tidak terprovokasi terkait adanya lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diparodikan oleh nitizen Malaysia.

"Jangan sampai kasus ini merembet menjadi konflik terbuka yang pada akhirnya merugikan kedua negara. Jangan sampai terjadi "Ganyang Malaysia" Jilid II," kata Karyono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (29/12).

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini kepada pemerintah kedua negara dalam hal ini Mabes Polri dengan Pihak Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap dan menindak tegas pelakunya.

"Tindakan tersebut jelas melanggar hukum. Kasus ini harus diusut tuntas dan siapapun pelakunya harus ditindak tegas sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," tekan Karyono.



Populer

Disuntik Vaksin Covid-19 Campuran Sinovac dan AstraZeneca, Seorang Pria Thailand Alami Pendarahan Otak Hingga Meninggal Dunia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:31

Jenderal Andika Perkasa Angkat Brigjen Junior Tumilaar Jadi Stafsus

Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:28

Saiful Anam: Gubernur Lemhanas Anggap Presiden Seperti Tong Sampah, Layak Dipecat

Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:21

Kalah dengan Polri dan KPK, Jaksa Agung Instruksikan 11,4 Persen Jajarannya Segera Laporkan LHKPN

Kamis, 07 Oktober 2021 | 04:58

Dicopot dari Waka BSSN, Komjen Dharma Pongrekun Ditarik ke Mabes Polri

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 02:47

Organisasi HAM Internasional Ikut Bela Haris Azhar dan Fatia yang Dipolisikan LBP

Jumat, 08 Oktober 2021 | 03:18

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

UPDATE

Pertandingan Kedua Final Piala Thomas, Fajar/Rian Tumbangkan China 2 Set Langsung

Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:21

Vaksin Covid-19 Halal dan Aman, Rezka Oktoberia: Masyarakat Jangan Termakan Hoaks

Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:13

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Final Piala Thomas, Anthony Ginting Kalahkan Pebulutangkis China Lu Guangzu

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:33

Kapal Perang AS dan Kanada Seliweran di Selat Taiwan, Pasang Badan Hadapi China?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:31

Temuan Lab 45, Publik Mulai Bicarakan Jokowi Mundur karena Omnibus Law

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:23

Emmanuel Macron: Pertumpahan Darah Pengunjuk Rasa Aljazair di Paris Tahun 1961 Tidak Termaafkan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:21

Rangkaian Hari Habitat Dunia, BTN Gelar Akad Kredit Massal 3.000 Unit Rumah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:19

Seoul Mencatat Pagi Terdingin di Pertengahan Oktober dalam 64 Tahun Terakhir

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:07

Singgung Afghanistan, Norwegia, dan Inggris, Paus Fransiskus: Kekerasan Selalu Merugi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:56

Selengkapnya