Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rekaman Serangan Mematikan Israel Ke Suriah Saat Natal Dirilis, Empat Gedung Produksi Senjata Hancur

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 09:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perusahaan analisis citra satelit Israel, ImageSat International, merilis rekaman serangan udara Israel di wilayah Masyaf Suriah yang terjadi pada Hari Natal, Jumat (25/12).

ImageSat menyebut, serangan udara Israel berhasil menghancurkan empat gedung produksi senjata yang kemungkinan digunakan untuk mencampur komponen mesin rudal dan hulu ledak.

"Tujuan serangan itu adalah untuk melemahkan produksi rudal di Suriah, yang mungkin diproduksi oleh Damaskus untuk milisi Lebanon, Hizbullah," lanjut perusahaan itu seperti dikutip Al Awsat, Senin (28/12).


Serangan sendiri diketahui sudah menewaskan sejumlah pejuang yang didukung Iran. Mereka adalah paramiliter asing yang bertempur bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia Rami Abdul Rahman mengatakan, rudal yang ditembakkan dari wilayah udara Lebanon itu mengenai posisi yang dipegang oleh milisi yang didukung Iran di Masyaf.

Target lain adalah pusat penelitian yang dikelola pemerintah, tempat rudal-rudal dikembangkan dan disimpan. Di sana juga diyakini terdapat para pakar dari Iran.

Sejauh ini Rusia yang merupakan pendukung utama rezim Assad belum memberikan komentar apapun terkait serangan itu.

Semantar itu, penduduk setempat di provinsi Hama dan Tartous mengumpulkan pecahan proyektil dan pecahan peluru yang jatuh dari langit setelah pertahanan udara Suriah mencegat rudal tersebut.

Menurut beberapa penduduk setempat di distrik Safita di provinsi Tartous, setidaknya satu rudal jatuh di desa Matabet.

Kementerian Luar Negeri Suriah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)untuk mencegah lebih banyak serangan Israel terhadapnya.

Kementerian menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap resolusi Dewan Keamanan 350 tahun 1974, dan mengatakan itu ditujukan untuk menghalangi kampanye tentara Suriah melawan "teroris" yang didukung asing.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya