Berita

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani/Net

Dunia

Jubir Dilarang Beri Informasi Ke Media, Kebebasan Pers Afghanistan Kian Mengkhawatirkan

MINGGU, 27 DESEMBER 2020 | 16:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Afghanistan mengonfirmasi sudah melarang jurubicara pemerintah provinsi untuk berbagi informasi dengan media.

Larangan itu diambil dua bulan setelah pemecatan jurubicara Provinsi Takhar Jawab Jawhari yang mengungkap 12 anak telah tewas dalam serangan udara pemerintah.

"Mulai sekarang, gubernur akan bertanggung jawab kepada media dan publik, dan jurubicara akan melanjutkan tugasnya sebagai petugas urusan publik berdasarkan peraturan kerja mereka," ujar jurubicara Penasihat Keamanan Nasional Presiden Ashraf Ghani, Rahmatullah Andar, seperti dimuat Arab News.


Jurubicara Ghani, Dawa Khan Menapal menjelaskan, keputusan itu dibuat karena beberapa jurubicara telah berbicara tentang beberapa isu yang tidak benar dan bertentangan dengan kebijakan.

Untuk itu, Menapal menuturkan, peran jurubicara provinsi saat ini adalah untuk menyampaikan pertanyaan media kepada gubernur. Bupati pun akan dilarang berinteraksi dengan media.

Menurut Najiba Ayoubi dari sebuah stasiun radio terkenal di Kabul, keputusan itu merupakan langkah sistematis pemerintah untuk membungkam suara dan merampas informasi.

"Selama bertahun-tahun, pemerintah membujuk kami dengan slogan kebebasan media dan ekspresi, (tetapi) sekarang secara terbuka dan berani memberlakukan pembatasan," kata Ayoubi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebebasan pers di Afghanistan cukup mengkhawatirkan, khususnya dengan semakin meningkatnya kasus korupsi dan operasi militer oleh pasukan pemerintah.

Jurubicara provinsi di banyak wilayah adalah satu-satunya sumber informasi resmi untuk media di Afghanistan, yang telah menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis. Setidaknya empat jurnalis telah tewas di negara itu dalam dua bulan terakhir saja.

Kepala pengawas media lokal NAI, Nasir Ahmad Noor,  mengatakan larangan itu akan menyebabkan penyebaran rumor dan terkadang informasi palsu.

"Ketika Anda tidak memiliki akses ke jurubicara dan sangat sulit untuk menjangkau gubernur, maka Anda harus mengandalkan akun dari sumber yang tidak disebutkan namanya," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya