Berita

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin/Repro

Politik

Ragukan Budi Gunadi, PKS: Jangan Sampai Sistem Kesehatan Semakin Parah

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 15:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada keraguan dalam hal penanganan pandemi Covid-19 menyusul keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan.

Terlebih Budi Gunadi Sadikin merupakan Menteri Kesehatan pertama yang tidak memiliki latarbelakang kesehatan, atau sebagai seorang dokter.

“Reshuffle adalah hak prerogatif presiden, namun penempatan SDM perlu mempertimbangkan kesesuaian dan kebutuhan," kata politisi PKS, Netty Prasetyani Aher kepada wartawan, Rabu (23/12).


Selain latar belakang, kata Netty, hal penting lainnya adalah SDM yang ditunjuk harus mampu meningkatkan kinerja pemerintah dalam menghadapi pandemi.

Anggota Komisi IX DPR RI ini pun belum bisa melihat, apakah nantinya penanganan Covid-19 akan diserahkan sepenuhnya kepada Kemenkes sebagai leading sector atau akan seperti apa ke depan.

“Atau malah membuat sistem kesehatan kita makin parah karena ditangani oleh yang bukan ahlinya?” ujarnya.

“Kita butuh sosok Menteri Kesehatan yang memahami pandemi Covid-19 sebagai persoalan berbasis kesehatan, bukan hanya dipandang dari kacamata ekonomi dan moneter. Selesaikan dulu basis persoalan kesehatannya baru pemulihan ekonomi,” katanya.

Hal lain yang ia soroti adalah mengenai vaksin Covid-19 yang masih berproses. Ke depan, ia berharap kepemimpinan Budi Gunadi benar-benar membawa manfaat besar di bidang kesehatan bangsa.

“Pergantian Menkes telah diputuskan oleh presiden. Saatnya kita melihat perbaikan apa yang akan terjadi dalam sistem kesehatan kita. Selamat bekerja Pak Budi. Pastikan rakyat mendapat hak kesehatannya dengan baik,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya