Berita

Juliari Batubara dan Edhy Prabowo/Repro

Hukum

Relawan Jokowi: KPK Harus Telusuri Bancakan Mensos Dan KKP, Bisa Saja Ngalir Ke Parpol

MINGGU, 20 DESEMBER 2020 | 22:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk menelusuri dugaan aliran dana korupsi dua menteri Presiden Joko Widodo yang diduga masuk ke kantong partai politik (Parpol).

Desakan itu disampaikan oleh kelompok relawan Jokowi yang tergabung dalam Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) mengingat Menteri Sosiial Juliari Batubara dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berasal dari partai.

Juliari berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sedangkan Edhy berasal dari Partai Gerindra.


"Kami meminta KPK mengusut tuntas aliran dana korupsi yang dilakukan dua menteri Jokowi, bisa saja mengalir ke parpol mereka," ujar Adi Kurniawan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/12).

Menurut Adi, KPK tidak boleh merasa puas dengan penangkapan tersebut. Lembaga antirasuah harus menginvestigasi lebih dalam terkait aliran hasil korupsi tersebut.

"Apalagi benih lobster banyak sekali yang bermain. Anggaran penanganan sosial Covid-19 juga sangat besar yang diturunkan pemerintah sampai berkisar ratusan triliun. Itu diduga aliran dananya bisa kemana-mana," tegas Adi.

Selain itu, Baranusa juga meminta KPK bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran penanganan Covid-19, termasuk anggaran pengadaan rapid test dan vaksin yang jumlahnya cukup besar.

"Soal vaksin sudah menuai polemik, kabarnya dikomersilkan. Apabila KPK tidak mengawasinya, kita semua bisa kecolongan. Kasian rakyat. Apalagi negara sedang mengalami defisit yang luar biasa," kata Adi.

Sementara itu sambung Adi, Presiden Jokowi juga harus menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia karena dua menterinya terlibat kasus dugaan korupsi.

"Jangan sampai kepercayaan rakyat semakin dalam berkurang. Sehingga kemarahan dapat terjadi," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya