Berita

Menteri Perdagangan Simon Birmingham/Net

Dunia

Mendag Birmingham Benarkan Kapal Pengangkut Batu Bara Australia Tertahan Di Pelabuhan China

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Perdagangan Simon Birmingham pada Selasa membenarkan masih ada sejumlah kapal pengangkut batu bara yang tertambat di lepas pantai China, menyusul laporan kapal Jag Anand yang membawa batu bara Australia tertahan di pelabuhan China sejak kedatangannya pada 13 Juni lalu.

Otoritas China tidak mengijinkan kapal itu berlabuh karena kapal itu membawa 160 ribu ton batu bara Australia.

Birmingham pada Selasa (15/12) mengatakan keputusan China yang memblokir batu bara Australia telah menciptakan "kesulitan besar" bagi perusahaan pengiriman. Itu juga berarti menyulitkan para awak kapal yang terlibat yang sampai saat ini tidak bisa kembali ke rumah.


Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF) telah mendesak pemerintah China, Australia dan India untuk bekerja sama dalam menyelesaikan sengketa tersebut.

Kapal Jag Anand adalah milik perusahaan India Great Eastern Shipping, yang berulang kali mengatakan bahwa mereka telah berusaha membebaskan awaknya tetapi tidak bisa karena aturan ketat protokol kesehatan.

Kapal lain, Anastasia, yang juga membawa batu bara Australia telah berlabuh di lepas pantai China selama hampir lima bulan.

ITF menggambarkan situasi di atas kapal yang tertambat berbulan-bulan sebagai "krisis kemanusiaan" yang sedang berkembang. ITF menyerukan agar kru segera diberi bantuan.

Great Eastern Shipping bulan lalu mengatakan telah menawarkan untuk mengirim kapal ke Jepang dengan biaya sendiri. "Tetapi sayangnya, upaya kami tidak ada yang membuahkan hasil," kata seorang juru bicara, mengutip SBS.

Perusahaan pengiriman telah dihubungi untuk memberikan tanggapannya.

Sengketa perdagangan ekonomi China-Australia membuat para pelaut asal India putus asa. Keputusan China yang memblokir batu bara Australia membuat para awak kapal asal India ini terlunta-lunta di dekat pelabuhan China tanpa bisa mendarat.

Salah satu pelaut, Virendrsingh Bhosale, mengatakan para kru mengalami kesulitan setelah terjebak di laut dalam waktu yang lama dan kehidupan mereka sungguh menderita.

Dia berharap situasi ini berakhir sehingga dia dapat melihat keluarganya.

Sementara, Perdana Menteri Scott Morrison pada hari Selasa menyerukan kejelasan dari China atas laporan baru di media pemerintah China bahwa ekspor batu bara Australia diblokir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya