Berita

Presiden Amerika Serikat Joe Biden/Net

Dunia

Tim Joe Biden Susun Strategi Normalisai Hubungan AS-Kuba

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 08:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim presiden terpilih Joe Biden  tengah menyusun strategi untuk menormalisasi hubungan dengan Kuba, membalikkan banyak sanksi dan peraturan yang diberlakukan selama pemerintahan Trump.

Bloomberg melaporkan pada Selasa (15/12), sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, strategi itu termasuk mengurangi pembatasan perjalanan, investasi, dan pengiriman uang untuk negara kepulauan yang dianggap merugikan orang Amerika dan rakyat biasa Kuba secara tidak proporsional.

Tindakan lain yang menargetkan Kuba untuk pelanggaran hak asasi manusia akan tetap dilakukan, lanjut sumber yang tak bersedia mengungkapkan identitasnya itu.


Prospek détente (pengurangan ketegangan hubungan) antara Washington dan Havana menghidupkan kembali ingatan akan pencairan ketegangan yang diperjuangkan Biden selama pemerintahan Obama, ketika kedua negara memulihkan hubungan diplomatik yang telah putus selama beberapa dekade setelah naiknya Fidel Castro ke tampuk kekuasaan.

Namun, mengingat agenda domestik Biden yang padat, tidak jelas seberapa cepat dia akan bergerak menerapkan kebijakan Kuba-nya. Bahkan, meskipun misalnya beberapa perubahan terjadi lebih awal, penguncian Covid-19 yang sedang berlangsung dapat menunda manfaat dari tindakan apa pun yang memungkinkan perjalanan yang lebih besar ke pulau itu.

Juga tidak jelas apakah Biden akan menambah staf AS di kedutaan besar di Havana atau tidak, setelah pemerintahan Trump mengurangi operasi diplomatik pasca penyakit aneh, termasuk trauma otak menimpa beberapa diplomat AS dan keluarganya di sana.

Biden mengatakan pada bulan Oktober lalu bahwa AS membutuhkan kebijakan Kuba yang baru, meskipun timnya dengan tegas mengutuk upaya Havana untuk membungkam para pembangkang, termasuk penggerebekan sebuah rumah yang penuh dengan aktivis dan seniman baru-baru ini.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya