Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Brasil: China Tidak Transparan Soal Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Buatannya

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 18:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Regulator kesehatan Brasil Anvisa dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa otoritas kesehatan China tidak transparan dalam otorisasi vaksin Covid-19 untuk penggunaan darurat. Pernyataan tersebut ditengarai akan menimbulkan bibit baru ketegangan politik di negara Amerika Selatan itu.

“Brasil adalah pemimpin internasional dalam proses evaluasi untuk CoronaVac,” kata Anvisa dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip dari Reuters Selasa (15/12).

“Vaksin tersebut telah mendapat izin penggunaan darurat di China sejak Juni tahun ini. Kriteria China untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat tidak transparan, dan tidak ada informasi yang tersedia tentang kriteria yang saat ini digunakan oleh otoritas China untuk membuat keputusan ini,” lanjutnya.


Menanggapi itu, Juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin mengatakan pada hari Selasa bahwa China sangat mementingkan keamanan dan kemanjuran vaksinnya.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, kritikus yang konsisten terhadap China, telah berulang kali meragukan vaksin CoronaVac yang sedang dikembangkan oleh China Sinovac Biotech Ltd.

Sebaliknya, Gubernur Sao Paulo Joao Doria, yang telah lama bersitegang dengan Bolsonaro, mengatakan negara bagian itu diperkirakan akan mulai memvaksinasi penduduknya pada Januari mendatang, meskipun negara bagian terpadat di Brasil itu tidak akan dapat menggunakan CoronaVac sampai disetujui oleh Anvisa.

Setidaknya puluhan ribu orang telah menggunakan vaksin Sinovac dalam program penggunaan darurat China, yang secara resmi diluncurkan pada Juli, yang menargetkan kelompok terbatas orang-orang berisiko tinggi.

China sendiri memang belum membuat perincian publik tentang bagaimana menentukan apakah vaksin virus corona baru memenuhi syarat untuk penggunaan darurat.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya