Berita

Kedutaan China di Inggris/Net

Dunia

Kedubes China Keluhkan Sikap Inggris Yang Campuri Kasus Penangkapan Provokator Jimmy Lai

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 12:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedutaan Besar China di Inggris mendesak pemerintah negara itu untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok terkait penangkapan taipan media pro demokrasi Hong Kong Jimmy Lai.

Mereka meminta pemerintah Inggris untuk memperbaiki kesalahannya sendiri dan meninggalkan mentalitas kolonial dan standar ganda.

Menurut laporan media, juru bicara Perdana Menteri Inggris telah menyatakan keprihatinan atas kasus Jimmy Lai. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab juga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa penangkapan tokoh oposisi itu adalah serangan pihak berwenang yang terus menerus terhadap hak dan kebebasan rakyat.


"Klaim pihak Inggris yang tidak beralasan atas kasus Jimmy Lai merupakan campur tangan dalam urusan peradilan Hong Kong, yang merupakan urusan internal China. China mengungkapkan keprihatinannya yang besar," kata kedutaan, seperti dikutip dari Global Times, Selasa (15/12).

Lai yang saat ini berusia 72 tahun, salah seorang aktivis pemicu kerusuhan Hong Kong, muncul di pengadilan hari Sabtu (12/12) atas tuduhan berkolusi dengan pasukan asing untuk membahayakan keamanan nasional.

Jaminan Lai ditolak oleh Pengadilan Magistrat Kowloon Barat dan kasusnya ditunda hingga 16 April 2021 untuk penyelidikan lebih lanjut.

“China menjunjung tinggi supremasi hukum. Hong Kong adalah masyarakat di bawah aturan hukum. Tidak ada yang memiliki hak di luar hukum, dan tidak ada pelaku yang lolos dari keadilan,” kata kedutaan.

Kedutaan Besar China kembali menekankan bahwa tidak ada satu kata atau klausul dalam Deklarasi Bersama China-Inggris yang memberikan Inggris tanggung jawab atas Hong Kong setelah kembali ke China sejak 1 Juli 1997.

Inggris juga tidak memiliki kedaulatan, yurisdiksi atau hak untuk mengawasi Hong Kong.
Sama sekali tidak berdasar untuk mengklaim bahwa undang-undang keamanan nasional melanggar Deklarasi Bersama.

Deklarasi Bersama tidak memberikan alasan atau hak apapun kepada negara asing untuk campur tangan dalam urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China, demikian kedutaan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya