Berita

Protes terkait dugaan genosida etnis Uighur oleh China/Net

Dunia

Mahkamah Pidana Internasional Tolak Lakukan Investigasi Dugaan Genosida Uighur Oleh China

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menolak melakukan investigasi terhadap China atas tuduhan genosida dan kejahatan kemanusiaan kepada etnis Uighur.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketua Jaksa ICC Fatou Bensouda dalam sebuah laporan yang dirilis kantor kejaksaan pada Senin (14/12).

Menurut Bensouda, pihaknya tidak dapat melakukan investigasi karena kurangnya persyaratan. Dimuat AFP, keputusan itu diambil karena China tidak menandatangani Statuta Roma yang menjadi dasar berdirinya ICC.


"Prasyarat untuk pelaksanaan yurisdiksi teritorial pengadilan ini tampaknya tidak dipenuhi sehubungan dengan sebagian besar kejahatan yang dituduhkan," kata Bensouda.

Ia juga mengatakan, ICC tidak memiliki dasar untuk melanjutkan masalah terkait klaim warga Uighur yang dideportasi secara paska dari Tajikistan dan Kamboja untuk kembali ke China.

Warga Uighur sendiri berpendapat Tajikistan dan Kamboja adalah penandatangan ICC sehingga mereka memiliki yurisdiksi untuk bertindak.

Gugatan terhadap China atas dugaan genosida dan kejahatan manusia dilayangkan oleh komunitas Uighur pada Juli di Den Haag sembari memberikan bukti.

Pekan lalu, ICC mengaku belum bisa melakukan penyelidikan skala penuh karena bukti yang belum cukup.

Komunitas internasional sendiri mempercayai China telah menggunakan kedok memerangi ekstremisme untuk menindas minoritas, termasuk menahan lebih dari 1 juta warga Uighur di kamp-kamp yang mereka sebut sebagai pelatihan kejuruan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya