Berita

Gedung KPK/RMOL

Hukum

Kasus Korupsi Di PT DI, KPK Periksa Dua Mantan Komut Untuk Tersangka Budiman Saleh

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 10:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

RMOL. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil petinggi dan juga mantan petinggi di PT Dirgantara Indonesia (DI) saksi kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT DI tahun 2007-2017.

Saksi yang dipanggil adalah, Dedy Iriandy selaku Kadiv Perbendaharaan PT DI, Subandrio selaku mantan Komisaris Utama (Komut) PT DI tahun 2008-2011 yang juga pensiunan TNI.

Selanjutnya, Binsar H. Simanjuntak selaku mantan Komisaris PT DI tahun 2012-2013, Slamet Senoadji selaku mantan Komisaris PT DI tahun 2013-2014, dan Ida Bagus Putu Dunia selaku mantan Komut PT DI tahun 2013-2015.


"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BS (Budiman Saleh)" ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (15/12).

Para saksi ini akan diperiksa di Polrestabes Bandung, Jawa Barat.

Budiman Saleh sendiri merupakan Direktur Aerostructure pada 20017-2010, Direktur Aircraft Integration pada 2010-2012, serta selaku Direktur Niaga dan Restrukturisasi pada 2012-2107 yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT PAL.

Budiman telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini pada 12 Maret 2020 dan baru resmi ditahan penyidik pada 22 Oktober 2020.

Dalam perkara ini, penyidik KPK telah melengkapi berkas perkara terhadap dua orang yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Budi Santoso (BS) selaku Direktur Utama (Dirut) PT DI,dan Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) selaku asisten Dirut Bidang Bisnis Pemerintah.

Keduanya juga telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada 19 Oktober 2020.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya