Berita

Menteri Kesehatan Roberto Speranza/Net

Dunia

Cegah Lonjakan Kasus Baru, Italia Perketat Aturan Covid-19 Jelang Liburan Natal Hingga Januari 2021

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 08:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Italia bersiap memperketat pembatasan virus corona nasional selama liburan Natal, menyusul kekhawatiran adanya lonjakan kasus baru setelah menyaksikan sejumlah pertemuan besar di banyak kota selama akhir pekan.

Italia, negara barat pertama yang dilanda pandemi, telah berhasil menurunkan tekanan pada rumah sakit serta kasus harian virus corona. Catatan positif itu membuat pemerintah akhirnya melonggarkan beberapa pembatasan yang diberlakukan bulan lalu.

Tapi pemandangan di distrik perbelanjaan yang ramai di kota-kota seperti Milan dan Roma, menimbulkan kekhawatiran baru. Polisi terpaksa menutup situs populer seperti air mancur Trevi Roma agar tidak banyak orang yang berkunjung.


Kekhawatiran itu semakin besar setelah Sabtu (12/12) lalu, Italia melampaui Inggris sebagai negara Eropa dengan jumlah kematian resmi terburuk, dengan lebih dari 65 ribu meninggal sejak dimulainya wabah pada Februari.

“Kami berharap segera mengambil langkah-langkah baru untuk mencegah gelombang ketiga,” kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/12).

Media Italia melaporkan bahwa pemerintah dapat memutuskan untuk mengunci sebagian negara dari 24 Desember hingga setidaknya 2 Januari, memperpanjang jam malam, melarang pergerakan yang tidak penting dan menutup toko, bar dan restoran pada akhir pekan dan hari libur, dengan pengecualian untuk mereka yang menjual barang-barang penting.

“Kita harus menghindari keramaian. Tidak apa-apa orang-orang berbelanja, tetapi ketika seseorang melihat ada banyak orang, dia harus menghindari tempat-tempat itu,” tambah Speranza.

Di bawah dekrit yang disahkan awal bulan ini, pada Hari Natal, Boxing Day, dan Tahun Baru, semua pergerakan antara kota dan kota dilarang kecuali untuk pekerjaan, alasan kesehatan, atau keadaan darurat.

Selain itu, pemerintah melarang pergerakan antara 20 wilayah negara itu dari 21 Desember hingga 6 Januari, seperti menutup resor ski selama periode yang sama dan melarang misa tengah malam pada perayaan Natal karena jam malam dibatasi hingga pukul 10.

Di seluruh Eropa, pemerintah telah memperingatkan potensi lonjakan infeksi baru jika pertemuan Natal berjalan seperti biasa. Baik Jerman dan Belanda merencanakan penguncian yang lebih ketat selama periode liburan.   

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya