Menteri Kesehatan Roberto Speranza/Net
Pemerintah Italia bersiap memperketat pembatasan virus corona nasional selama liburan Natal, menyusul kekhawatiran adanya lonjakan kasus baru setelah menyaksikan sejumlah pertemuan besar di banyak kota selama akhir pekan.
Italia, negara barat pertama yang dilanda pandemi, telah berhasil menurunkan tekanan pada rumah sakit serta kasus harian virus corona. Catatan positif itu membuat pemerintah akhirnya melonggarkan beberapa pembatasan yang diberlakukan bulan lalu.
Tapi pemandangan di distrik perbelanjaan yang ramai di kota-kota seperti Milan dan Roma, menimbulkan kekhawatiran baru. Polisi terpaksa menutup situs populer seperti air mancur Trevi Roma agar tidak banyak orang yang berkunjung.
Kekhawatiran itu semakin besar setelah Sabtu (12/12) lalu, Italia melampaui Inggris sebagai negara Eropa dengan jumlah kematian resmi terburuk, dengan lebih dari 65 ribu meninggal sejak dimulainya wabah pada Februari.
“Kami berharap segera mengambil langkah-langkah baru untuk mencegah gelombang ketiga,†kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza, seperti dikutip dari
Reuters, Selasa (15/12).
Media Italia melaporkan bahwa pemerintah dapat memutuskan untuk mengunci sebagian negara dari 24 Desember hingga setidaknya 2 Januari, memperpanjang jam malam, melarang pergerakan yang tidak penting dan menutup toko, bar dan restoran pada akhir pekan dan hari libur, dengan pengecualian untuk mereka yang menjual barang-barang penting.
“Kita harus menghindari keramaian. Tidak apa-apa orang-orang berbelanja, tetapi ketika seseorang melihat ada banyak orang, dia harus menghindari tempat-tempat itu,†tambah Speranza.
Di bawah dekrit yang disahkan awal bulan ini, pada Hari Natal, Boxing Day, dan Tahun Baru, semua pergerakan antara kota dan kota dilarang kecuali untuk pekerjaan, alasan kesehatan, atau keadaan darurat.
Selain itu, pemerintah melarang pergerakan antara 20 wilayah negara itu dari 21 Desember hingga 6 Januari, seperti menutup resor ski selama periode yang sama dan melarang misa tengah malam pada perayaan Natal karena jam malam dibatasi hingga pukul 10.
Di seluruh Eropa, pemerintah telah memperingatkan potensi lonjakan infeksi baru jika pertemuan Natal berjalan seperti biasa. Baik Jerman dan Belanda merencanakan penguncian yang lebih ketat selama periode liburan.