Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Per-Hari Ini AS Resmi Hapus Sudan Dari Daftar Hitam Negara Sponsor Teroris

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 17:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedutaan Besar AS di Khartoum mengumumkan bahwa Amerika Serikat secara resmi telah mencabut penunjukan Sudan sebagai negara sponsor terorisme, setelah 27 tahun memasukkan negara itu dalam daftar hitam Washington, Senin (14/12).

“Periode pemberitahuan kongres selama 45 hari telah berakhir dan Menteri Luar Negeri telah menandatangani pemberitahuan yang menyatakan pembatalan penunjukan Sponsor Terorisme Negara Sudan efektif mulai hari ini (14 Desember), yang akan diterbitkan dalam Daftar Federal,” tulis akun Kedubes AS di Facebook, seperti dikutip dari AFP, Senin (14/12).

Pengumuman pencabutan status tersebut diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada bulan Oktober lalu, sebuah langkah yang sangat diharapkan oleh pemerintah baru yang didukung sipil. Karena sejak masuk daftar hitam, pembangunan ekonomi Sudan sangat terhambat, karena hampir tidak ada investor asing besar yang berani melanggar hukum AS.


Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Sudan setuju untuk membayar 335 juta dolar AS untuk memberi kompensasi kepada para penyintas dan keluarga korban dari serangan kembar tahun 1998 terhadap kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania, yang dilakukan ketika diktator Omar al-Bashir menyambut Al-Qaeda, juga sebuah serangan tahun 2000 di USS Cole di lepas pantai Yaman.

Pemerintah transisi Sudan, yang mengambil alih tahun lalu setelah penggulingan Bashir, juga setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya