Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kurang Bukti, Irak Bebaskan Puluhan Anak-anak Terduga ISIS

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok Human Rights Watch (HRW) merilis laporan terbaru yang mengatakan bahwa pemerintah Irak telah membebaskan setidaknya 75 anak karena kurangnya bukti atas dugaan hubungan keterkaitan mereka dengan kelompok teroris ISIS.

Dalam pernyataannya pada Minggu (13/12), kelompok hak asasi yang berbasis di New York mengatakan bahwa komite khusus hakim di Provinsi Nineveh utara Irak tampaknya mematuhi standar hak asasi manusia internasional lebih baik daripada pengadilan Irak lainnya.

"Pekerjaan komite ini menunjukkan bahwa beberapa hakim Irak memahami bagaimana menerapkan prinsip-prinsip hak asasi manusia internasional dan melakukannya bahkan ketika sistem lainnya mengabaikannya," kata Belkis Wille, peneliti senior krisis dan konflik di HRW, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (13/12).


"Kami berharap Dewan Kehakiman Tinggi membagikan contoh positif ini dengan pengadilan di seluruh negeri untuk memungkinkan ini menjadi norma daripada pengecualian," lanjutnya.

Menurut HRW, Baghdad dan pemerintah daerah Kurdi Irak telah mendakwa ratusan anak dengan terorisme atas dugaan afiliasi Daesh / ISIS.

Pada 2017, Irak menyatakan kemenangan atas kelompok teroris tersebut dengan merebut kembali semua wilayahnya - sekitar sepertiga dari luas negara - yang diserang pada tahun 2014.

Laporan terbaru kelompok hak asasi itu tidak merinci kewarganegaraan anak-anak yang dibebaskan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya