Berita

Bendera Maroko/Net

Dunia

Kelompok Islam Pro-Pemerintah Maroko Kecam Normalisasi Dengan Israel

MINGGU, 13 DESEMBER 2020 | 10:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok Islam Maroko, Gerakan Persatuan dan Reformasi (MUR) menolak normalisasi hubungan yang dilakukan oleh Rabat dengan Israel.

MUR yang merupakan bagian dari Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD), dalam pernyataannya pada Sabtu (12/12) menyatakan normalisasi dengan Israel adalah langkah tercela. Mereka juga mengecam semua upaya normalisasi yang dilakukan oleh Israel.

Cukup berbeda dengan MUR, PJD sendiri sebagai koalisi pemerintah lebih mendukung tindakan Raja Mohammed VI untuk melakukan normalisasi dengan tetap menegaskan kembali posisinya yang mendukung perjuangan bangsa Palestina.


Walau begitu, dimuat Reuters, butuh waktu sekitar dua hari bagi partai Islam itu untuk menyatakan sikapnya, tidak seperti partai koalisi pemerintah lain.

Mengutip seorang sumber, muncul ketidaksepakatan di antara pimpinan senior partai yang membuat akhirnya PJD lambat menyatakan sikap.

Hingga akhirnya, PJD menyatakan dukungannya atas kesepakatan yang membuat AS mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat itu.

"Amerika Serikat membuat proklamasi penting yang menekankan kedaulatan Maroko atas provinsi selatannya dan membuka cakrawala baru untuk memperkuat posisi Maroko di lingkaran internasional. Itu juga semakin mengisolasi musuh dari integritas teritorial kami," kata PJD.

Selain MUR, salah satu kelompok oposisi terbesar di Maroko, Adl Wal Ihssane mengatakan normalisasi dengan Israel adalah tusukan dari belakang ke perjuangan Palestina.

Normalisasi hubungan antara Maroko dan Israel diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Kamis (10/12). Dengan begitu, Maroko menjadi negara keempat yang melakukan normalisasi Israel dalam empat bulan terakhir, setelah Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya