Berita

Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun/The Korea Times

Global

Krisis Pendemi Ketiga, Perdana Menteri Korsel Lakukan Pertemuan Darurat

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 16:37 WIB | LAPORAN: FADZRI TRY UTAMA

Hingga 12 Desember 2020, jumlah kasus yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona baru di Korea Selatan mendekati 1.000 orang.

“Ini adalah krisis terbesar sejak wabah Corona 19 dan merupakan situasi darurat yang sangat mendesak,” ungkap Perdana Menteri (PM) Korea Selatan, Chung Sye-kyun ketika memimpin pertemuan penanggulangan karantina darurat di Kompleks Pemerintah Seoul, Sabtu (12/12).

Ketika jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai rekor tertinggi, 950 orang, Perdana Menteri Chung membatalkan jadwal yang sudah direncanakan dan mengadakan pertemuan darurat untuk mempersiapkan tindakan.


Chung menekankan, akan fokus untuk menanggapi krisis Corona 19 dengan semua kekuatan administratif yang tersedia. “Pemerintah dan pemerintah daerah di seluruh negeri tidak memiliki alasan untuk mundur."

Dia menegaskan,  pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa dan keselamatan warga jika terjadi krisis penyakit menular.
 
“Kami akan mengoperasikan manajemen situasi dan sistem tanggap karantina dari Markas Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan ke tingkat tertinggi," ungkap Chung.

Perdana Menteri Chung berjanji,  prioritas paling mendesak dan utama dalam situasi saat ini adalah mengamankan tempat tidur untuk pasian dalam jumlah yang cukup.

"Kami akan memastikan bahwa tidak ada pasien yang dikonfirmasi menunggu dengan tanpa menerima perawatan. Selain itu pemerintah akan memobilisasi penuh sumber daya medis," tegasnya.

Menurut Chung, seperti dikutip dari laman www.hankyung.com, pemerintah akan memanfaatkan tempat tidur yang tersedia di semua rumah sakit umum dan akan  berkerja sama dengan rumah sakit swasta.
 
"Untuk masalah partisipasi aktif rumah sakit swasta, pemerintah akan mengkaji lebih lanjut cara-cara memberikan insentif bersamaan dengan upaya komunikasi," urainya.

Perdana Menteri Chung juga menyerukan kerja sama dalam karantina bagi masyarakat dan menekankan bahwa jika karantina runtuh, maka akan mengancam kepentingan bersama.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya