Berita

Penyemprotan Disinfektan di Korsel/Net

Global

Gelombang Ketiga Covid-19 Di Korsel Sangat Serius, Staf Medis Merasa Takut

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: FADZRI TRY UTAMA

Situasi di Korea Selatan semakin memburuk. Jumlah warga yang terpapar virus Covid-19 pada gelombang ketiga sampai pukul 01.00 Sabtu (12/12)  tercatat sebanyak  950 orang. Angka ini menjadi yang terbanyak dalam enam bulan terakhir.

Pada briefing rutin kesehatan tentang Covid-19, staf medis dari rumah sakit daerah Metropolitan yang merawat pasien Covid-19 menyampaikan rasa takut mereka. Dikhawatirkan sistem medis yang ada di Korea Selatan tidak akan mampu mengatasi pasien yang terus melonjak.

Staf medis dari lima rumah sakit yang merawat pasien Covid-19, termasuk Rumah Sakit Universitas Nasional Jeonbuk dan Rumah Sakit Universitas Wonkwang, membentuk Badan Konsultasi dan Operasi Ranjang Pasien yang mencakup semua tentang Covid-19.


Kang Young-seok, Kepala Departemen Kesehatan, menyebutkan, memang ada 'ketakutan' yang dirasakan staf medis di Korea Selatan di tengah pandemi ketiga dari infeksi baru Covid-19.

Kang menjelaskan,  mereka sangat prihatin tentang situasi di mana mereka tidak dapat menampung semua pasien yang meningkat secara eksponensial di rumah sakit di seluruh negeri. Meskipun mereka bertekad untuk melakukan yang terbaik untuk merawat pasien. Karena kurangnya tempat tidur rumah sakit, terpaksa pasien berada di koridor.

"Situasi di seluruh negeri, terutama di wilayah metropolitan, sangat serius," kata Kang.

Memang, lanjut Kang, masih banyak tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di Jeollabuk-do, tapi mulai minggu depan tidak akan mampu menerima pasien sehingga akan ditampung rumah sakit lainnya.

"Jika Anda merasa tidak enak badan, bahkan dengan gejala yang sangat kecil, Anda harus secara aktif mengunjungi klinik pemeriksaan dan menjalani tes. Harap hindari pertemuan selama liburan akhir tahun dan Tahun Baru dan ikuti aturan karantina pribadi," pinta Kang Young-seok seperti dikutip laman m.yna.co.kr.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya