Berita

Ketua PBNU KH. Marsudi Syuhud/Net

Politik

DPR Hingga PBNU Apresiasi Pilkada Yang Berjalan Sukses Di Tengah Pandemi

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 yang berjalan sukses di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Ketua PBNU KH. Marsudi Syuhud mengucapkan dan mengapresiasi kepada para penyelenggara pilkada yang dinilai sukses menjalankan tugasnya.

"9 Desember 2020 adalah pilkada dalam kondisi Covid-19 yang dilaksanakan dengan full protokoler, dan alhamdulilah telah sukses dan menghasilkan kepemimpinan Gubernur, Bupati dan Walikota terpilih, itulah kewajiban kaum beragama," tutur Kiai Marsudi dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (12/12).


Dengan begitu, menurut Kiai Marsudi, dirinya mengapresiasikan kepada Kementerian Dalam Negeri, Bawaslu, dan kepada semua pihak termasuk di dalamnya adalah Komisi Pemilihan Umum.

"Mudah-mudahan ini menjadi amal sholeh yang bisa menjadi kabaikan kita di dunia dan akhirat," tutur Kiai Marsudi.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia sebelumnya juga mengapresiasi jalannya pemungutan suara pilkada serentak. Politikus Golkar itu menilai, dalam pemungutan suara protokol kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat. Baginya, pilkada tahun ini berhasil memenuhi ekspektasi seluruh pihak.

"Terutama dalam hal pelaksanaan protokol kesehatan dan partisipasi Pemilih," kata Doli di Jakarta, Jumat (11/12).

Menurut Doli, kesuksesan pilkada di tengah pandemi adalah buah kerja keras dari pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, penyelenggara pemilihan baik itu KPU dan Bawaslu beserta jajarannya, TNI, Polri, Satgas Covid-19 dan pihak-pihak yang selama ini all out memastikan protokol kesehatan diterapkan pada gelaran pilkada.

Kesusksesan menerapkan protokol kesehatan di pilkada, sekaligus menjawab kekhwatiran banyak pihak, pesta demokrasi di 270 daerah itu akan jadi kluster baru penyebaran virus. Ternyata, itu bisa ditepis.

"Kami di Komisi II DPR menaruh hormat setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan pengawas pemilu, baik itu KPU, Bawaslu, DKPP dan Kementerian Dalam Negeri serta aparat TNI-Polri juga Tim Satgas Covid-19 atas kerja kerasnya belakangan ini untuk mendisain pilkada sehat yang beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19," kata Ahmad Doli.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus juga mengapresiasi pelaksanaan pilkada di masa pandemi. Dia menilai, pelaksanaan pemilihan di 270 daerah berjalan lancar. Penerapan protokol kesehatan juga berjalan dengan baik.

"Saya mengapresiasi keberhasilan pemerintah, penyelenggara pemilu dan  aparat keamanan dalam Pilkada 2020 secara keseluruhan berjalan dengan baik. Begitu pun dengan penerapan protokol kesehatan," kata Guspardi, di Jakarta, Jumat (11/12).

Namun, dia tetap mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan tidak kendor. Sebab, tahapan pilkada belum selesai semuanya. Masih ada penetapan hasil. Dia pun mengingatkan para calon kepala daerah dan wakilnya, beserta tim suksesnya untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Andai pun, dinyatakan menang, jangan dirayakan yang menyebabkan terjadinya kerumunan. Rayakan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Kepada paracalon maupun tim pendukung yang terpilih, saya minta supaya tidak melakukan selebrasi kemenangan terlebih dahulu. Jangan sampai menciptakan kerumunan," kata Guspardi yang juga politisi PAN tersebut.

Ditegaskannya, sukses pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di masa pandemi, menunjukan bahwa masyarakat Indonesia mampu menjalankan pesta demokrasi meski di tengah wabah. Ini juga sekaligus menepis kekhawatiran bahwa pelaksanaan pilkada serentak akan melahirkan klaster baru Covid-19. Ternyata itu tidak terjadi. Setidaknya, jika melihat pelaksanaan pemungutan suara maupun tahapan kampanye. Meski ada pelanggaran protokol kesehatan, tapi tidak terlalu signifikan.

"Tingkat partisipasi pemilih di beberapa daerah  juga saya lihat cukup baik dan menggembirakan. Ada laporan dari beberapa daerah di atas 70 persen bahkan ada daerah yang melaporkan 80 persen," ucap Guspardi.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya