Berita

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Ist

Presisi

Terkait Peristiwa Km 50, Bareskrim Sudah Periksa 14 Orang Saksi

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 20:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sejak kasus diambil alih, Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi terkait peristiwa bentrok antara pengawal Habib Rizieq Shihab dengan anggota Polda Metro Jaya hingga menyebabkan enam orang laskar FPI tewas di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Begitu yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (11/12).

"Kemarin sudah disampaikan oleh Pak Kabareskrim, untuk sementara ini kita sudah memeriksa 14 saksi jadi nanti akan kita buktikan," kata Argo.


Kendati demikian, jenderal bintang dua ini tidak merinci perihal saksi siapa saja yang telah diambil keterangannya dan berasal darimana.

Namun, yang pasti, kata Argo, tim penyidik Bareskrim Polri sudah mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mulai dari TKP pertama di kawasan Sentul Bogor, Jawa Barat. Kemudian pihaknya juga mencari saksi yang mengetahui keberangkatan, sampai dengan saksi di TKP terakhir.

Hanya saja, lanjut Argo, tidak semua yang mengaku sebagai saksi dapat diperiksa. Karena memang, Argo menegaskan bahwa saksi adalah seseorang yang melihat, mendengar, mengetahui dan juga merasakan peristiwa tersebut. Hal itu sesuai dengan KUHAP.

"Semua saksi yang melihat, yang mendengar silahkan nanti akan kita periksa semuanya. Kita akan terbuka seperti apa yang sudah disampaikan pak Kabareskrim ada hotline silakan kepada masyarakat memberikan informasi," ungkap Argo.

Argo menjelaskan, bahwa penyidikan yang dilakukan ini harus ada bukti pendukungnya. Sehingga bukan berarti menyampaikan peran-peran daripada saksi maka tinggal cari pendukungnya. Seperti saksi-saksi melihat bahwa ada pelaku itu membawa senjata dan senjata api, juga Polisi harus mencari pendukungnya.

"Setelah tertata semuanya nnti akan kita lakukan rekonstruksi dan kita melihat seperti apa? Biar terbuka bahwa polisi tidak menutup-menutupi semuanya akan kita lakukan dengan transparan," demikian Argo.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Kejagung Periksa 6 Saksi Kasus Korupsi BGN

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:12

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Harus Dicegah dan Diusut

Selasa, 25 Agustus 2026 | 04:00

Bung Karno Sang Orator

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:38

Tangis Megawati Pecah saat Wajah Bung Karno Muncul di Langit Gelora Bung Tomo

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:20

Jangan Takut, tapi Tetap Waspada soal Isu Rusuh Agustus Jilid II

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:07

15 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Pelimpahan Nomor Porsi Haji 2026 Diperiksa

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:33

Tim Hukum Hukum Ungkap 30 Pelanggaran Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:20

DSI Resmi Beroperasi, Ini Jajaran Direksi dan Komisarisnya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 02:02

Soekarno Cup 2026 Libatkan 400 Talenta Muda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:31

Mustahil Sjafrie Larang Mahasiswi Unhan Berjilbab

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya