Berita

Produk kedelai Amerika Serikat

Dunia

Bergantung Pada Impor, China Akan Tingkatkan Pembelian Produk Pertanian AS Pada 2021

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 15:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah analis industri dan perdagangan memperkirakan bahwa China akan lebih meningkatkan pembelian produk pertanian AS, terutama kedelai pada 2021.

Peningkatan terjadi terutama karena Beijing terus memenuhi komitmennya di bawah perjanjian perdagangan fase satu dan lonjakan permintaan domestik.

Namun, para analis juga mengingatkan, itu semua hanya akan terwujud jika AS bisa memastikan pasokan yang stabil dan menghilangkan sejumlah rintangan yang akan mempersulit kerjasama kedua negara.


Bloomberg telah melaporkan pada Selasa (8/12) bahwa para pembeli China telah mulai membeli produk pertanian AS dari tanaman tahun depan, termasuk kedelai dan jagung, jauh lebih awal dari biasanya, meskipun jumlahnya kurang dari lima kargo.

Namun, Zhang Xiaoping, direktur negara untuk China di Dewan Ekspor Kedelai AS, mengatakan bahwa tidak ada pembelian awal kedelai yang akan dikirim pada musim gugur 2021.

"Tetapi ada hampir 10 juta ton yang akan dikirim sebelumnya. Agustus mendatang menunggu untuk dieksekusi," kata Zhang, seraya menambahkan bahwa pembelian kedelai AS diperkirakan melebihi pembelian tahun ini, mengingat lonjakan permintaan dan implementasi kesepakatan fase satu, seperti dikutip dari GT, Rabu (9/12).

"Permintaan pasar mungkin menjadi faktor, tetapi faktor utama adalah implementasi lanjutan dari perjanjian perdagangan fase satu," kata Li Guoxiang, seorang peneliti dari Institut Pembangunan Pedesaan dari Akademi Ilmu Sosial China.

"Dalam jangka menengah dan panjang, China akan terus bergantung pada impor untuk beberapa produk pertanian, seperti kedelai," kata Li.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya