Berita

Romo H. R Muhamad Syafiiii/Net

Politik

Romo Syafii: Kita Harus Simpulkan, Penembakan 6 Anggota FPI Adalah Pelanggaran HAM Berat

SELASA, 08 DESEMBER 2020 | 03:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Masyarakat diimbau tidak buru-buru mengambil keputusan terkait dengan keterangan sepihak pihak kepolisian.

Anggota Komisi III DPR RI Romo H. R Muhamad Syafii mengatakan, sesuai UU 2/2002 tentang Polri, aparat kepolisian diwajibkan melindingu, melayani dan mengayomi masyarakat.

Kaya Syafii, berbagai persoalan hukum harus diselesaikan dengan mengacu pada due process of law atau criminal justice system, bukan dengan menghilangkan nyawa.

"Kita harus berkesimpulan peristiwa itu adalah peristiwa pelanggaran hukum, dan karena pelanggaran hukum itu sampai menghilangkan 6 nyawa orang lain sekaligus maka ini sudah extra judicial killing yaitu pelanggaran HAM berat," demikian kata Syafii, Senin malam (7/12).

Terkait dengan keterangan polisi tentang kejadian tembak-menembak, Syafii menegaskan hal itu masih perlu diverifikasi kebenarannya.

Syafii mendorong agar segera dibentuk tim independen untuk mengetahui duduk persoalan dan fakta yang sebenarnya.

"Kita mendesak agar tim independen pencari fakta segera dibentuk dan Komnas HAM harus segera turun tangan," demikian kata Politisi Gerindra ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menerangkan bahwa aparat kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak 6 anggota Front Pembela Islam karena telah menyerang polisi.

Pihak FPI menjelaskan bahwa 6 pengikutnya telah dibawa orang tidak dikenal dan membantah bahwa laskarnya memiliki senjata api (Senpi).

Populer

Semprot Ferdinand, Andi Sinulingga: Sungguh Biadab Umpamakan Anies-RK Seperti PSK, Kenapa Polisi Diam?

Jumat, 11 Juni 2021 | 22:38

Profesor Rochmat Wahab: Kalau Megawati Dianggap Berhasil, Seharusnya Dulu Dia Menang Pilpres

Jumat, 11 Juni 2021 | 07:59

Rizal Ramli: Mas Yasonna Yang Bener Lah, Masak Pasal Penghinaan Presiden Untuk Jaga Peradaban?

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:44

Akademisi Berdarah-darah Raih Gelar Profesor, Prof Musni Umar: Kalau Mega Karena Politik

Kamis, 10 Juni 2021 | 22:15

Presiden Jokowi Sudah Tiba Di RSPAD Gatot Subroto Melayat Istri Yasonna

Kamis, 10 Juni 2021 | 20:01

Habib Rizieq Khawatir 7,5 Juta Peserta Aksi 212 Datang Ke Pengadilan Menyambut Tantangan Jaksa

Kamis, 17 Juni 2021 | 11:18

Din Syamsuddin: Keputusan Pemerintah Batalkan Haji Tahun Ini Perlu Ditinjau Ulang

Jumat, 11 Juni 2021 | 16:25

UPDATE

PM Israel: Kemenangan Ebrahim Raisi Akan Mengubah Iran Jadi Rezim Algojo Brutal

Minggu, 20 Juni 2021 | 18:42

Teh Botol Puan Maharani Atau Nasi Ganjar Pranowo?

Minggu, 20 Juni 2021 | 18:33

Carrie Lam: Hong Kong Akan Lebih Mengintegrasikan Diri Pada China

Minggu, 20 Juni 2021 | 18:17

Baru Jadi Tempat Isolasi, Graha Wisata TMII Sudah Hampir Penuh

Minggu, 20 Juni 2021 | 16:41

Sukses Amankan 40 Juta Dosis Vaksin Pfizer, Filipina Punya Total 113 Juta Dosis

Minggu, 20 Juni 2021 | 16:31

Update Covid-19: Kasus Positif Bertambah 13.737 Orang

Minggu, 20 Juni 2021 | 16:19

Bikin Geger, Mayat Bayi Ditemukan Dalam Toples Biskuit

Minggu, 20 Juni 2021 | 15:44

Asosiasi Petani Tebu: Permenperin Bisa Jadi Alat Untuk Gebuk Pemburu Renta

Minggu, 20 Juni 2021 | 15:21

Serius Ungkap Penembakan Mara Salem Harahap, Polisi: Sejauh Ini Belum Ada Kendala

Minggu, 20 Juni 2021 | 14:58

Provokasi Tatanan Demokrasi, Seknas Jokpro Bisa Diproses Kejagung Dan Mabes Polri

Minggu, 20 Juni 2021 | 14:58

Selengkapnya