Berita

Relawan Pilkada Sehat DPP PGK/Net

Nusantara

Potensi Penularan Sangat Nyata, KPU Harus Ketatkan Protokol Kesehatan Di TPS

PGK Bentuk Relawan Sehat
SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 15:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemungutan suara Pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan pada 9 Desember lusa. Kekhawatiran akan penularan Covid-19 masih terjadi di tengah masayarakat.

Di Indonesia, 575.796 orang telah terpapar virus corona hingga data 6 Desember kemarin. Data tersebut harus membuat masyarakat berhati-hati terhadap penularan Covid-19.

Melihat kondisi tersebut, Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) berinisiatif membentuk dan mendeklarasikan "Relawan Pilkada Sehat" dengan menggelar pawai budaya bertajuk "Pilkada Sukses, Terapkan Prokes. Masyarakat Sehat, Demokrasi Sehat", di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Senin (7/12).


Koordinator Gerakan Pilkada Sehat DPP PGK, Dendi Budiman mengatakan potensi penularan Covid-19 pada gelaran pilkada sangat nyata. Hal ini harus diantisipasi oleh semua kalangan, baik penyelenggara, peserta hingga masyarakat secara umum.

"Saya kira pilkada tahun ini cukup beresiko menularkan pandemi. Untuk itu kita ingin gerakan pilkada sehat ini menjadi kesadaran bersama, bahwa memilih itu penting dan kesehatan masyarakat juga penting," jelas Dendi dalam keterangannya.

Kata Dendi, dengan adanya Relawan Pilkada Sehat yang diinisiasi oleh DPP PGK ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata, sehingga gelaran pilkada tetap berjalan lancar, aman, damai dan sehat serta menghasilkan pemimpin daerah yang secara serius membangun daerah.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP PGK Riyan Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka kampanye budaya mencegah penularan Covid-19 khususnya pada gelaran pilkada yang sudah di depan mata.

"Teman-teman dengan berpakaian adat dari 34 provinsi dan menggunakan bahasa daerah masing-masing mengajak masyarakat untuk membudayakan protokol kesehatan dalam kesehariannya. terlebih daerahnya yang sedang melaksanakan pilkada," ucap Riyan

Menurut Ryan, pihaknya memandang untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, akan sulit apabila dilakukan hanya dengan pendekatan penegakan hukum.

"Indonesia memiliki beratus ragam budaya, adat istiadat, serta bahasa. Oleh karena itu, Relawan Pilkada Sehat melaksanakan kegiatan ini dengan melakukan kampanye pendekatan budaya. Khususnya menjelang Pilkada serentak 2020. Masyarakat harus terus diajak bersama membudayakan protokol kesehatan, dan bukan justru membudayakan pendekatan hukum yang cenderung memaksa," ungkap mantan Ketua BEM UIN Jakarta ini.

Di tengah perekonomian masyarakat yang masih terpuruk akibat pandemi, pendekatan hukum justru hanya akan memantik emosi publik sehingga menghadirkan gesekan bahkan konflik antara masyarakat dan negara.

"Rajin mencuci tangan, mengenakan masker, serta disiplin menjaga jarak harus membudaya dan membumi di tengah masyarakat dengan penuh kesadaran, bukan paksaan. Dan kita semua harus siap menjadi suri tauladannya," tutup Riyan.

Lewat pawai budaya Relawan Pilkada Sehat, DPP PGK menyerukan penyelenggara pilkada agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

KPU harus memastikan tersedianya 12 alat prokes di TPS. Yaitu, tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, sarung tangan plastik untuk pemilih, sarung tangan medis untuk petugas KPPS, masker, tempat sampah, face shield untuk petugas, alat pengukur suhu tubuh, disinfeksi lokasi pemilihan, tinta tetes, baju hazmat, dan ruangan khusus bagi pemilih yang bersuhu 37,3 derajat celcius.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya