Berita

Direktur Jenderal Bimbingan Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin/Net

Politik

Viral Azan 'Hayya 'Alal Jihad', Kemenag: Jangan Terprovokasi Upaya Pecah Belah Umat

SENIN, 30 NOVEMBER 2020 | 21:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas viralnya cuplikan video yang mengubah lafaz azan menjadi 'Hayya alal jihad' atau seruan untuk berjihad.

Direktur Jenderal Bimbingan Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan, lafaz azan adalah sesuatu yang sudah baku sehingga tidak ada dasar untuk diubah-ubah.

"Masyarakat jangan terprovokasi dengan adzan yang mengajak jihad. Tidak ada dasarnya azan diganti dengan ajakan berjihad. Jihad apa yang dimaksud?" ujar Kamaruddin diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (30/11).


Ia menyadari adanya perubahan lafaz adzan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi memprovokasi masyarakat. Oleh karennaya, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dengan mengamalkan agama yang menyejukkan.

"Mari saling menghormati dan saling menghargai, hindari narasi yang memecah umat," pungkasnya.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga sudah meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan pemblokiran video kumandang adzan dengan bacaan "hayya alal jihad" di media sosial Youtube dengan judul "Merinding Azan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Pimpinan Al Habib Bahar Bin Smith" dan beredar pada Minggu (29/11).

Dalam video berdurasi 47 detik itu, tampak seorang muadzin mengumandangkan azan dan di belakangnya ada beberapa jemaah laki-laki berdiri membentuk shaf seperti hendak melakukan ibadah shalat. Muadzin tersebut menambahkan kalimat 'hayya alal jihad' dan diikuti serempak oleh jemaah yang ada di belakangnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya