Berita

PM Australia Scott Morrison/Net

Dunia

Desak China Minta Maaf Atas Postingan Foto Pembunuhan, Pengamat: Itu Cara Australia Alihkan Dugaan Kejahatan Di Afghanistan

SENIN, 30 NOVEMBER 2020 | 17:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana menteri Australia menuntut permintaan maaf dari China pasca juru bicara Kementerian Luar Negeri China menunjukkan gambar seorang tentara Australia yang membunuh anak kecil yang sedang menggendong seekor domba di akun Twitternya, Senin (30/11). Atas desakan itu, sejumlah pengamat pun bereaksi keras.

Para pengamat mengatakan itu cuma akal-akalan pemerintah Australia untuk mengalihkan perhatian publik atas kejahatan tidak manusiawi yang dilakukan oleh belasan pasukan Australia di Afghanistan.

“Tuntutan konyol dan licik oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison dapat kembali merusak hubungan China-Australia,” kata pengamat, seperti dikutip dari Global Times, Senin (30/11).


Menurut laporan yang dimuat, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menuntut pemerintah China untuk menghapus tweet tersebut.

“Australia menuntut permintaan maaf dari pemerintah China,” kata Morrison, seraya mengklaim bahwa tweet itu tidak dapat dibenarkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian sebelumnya telah men-tweet sebuah gambar satir yang menampilkan seorang tentara Australia membunuh seorang anak kecil.

“Terkejut dengan pembunuhan warga sipil & tahanan Afghanistan oleh tentara Australia. Kami sangat mengutuk tindakan seperti itu, & menyerukan agar mereka bertanggung jawab,” cuitnya.

Pengamat China mengatakan ini adalah gambar satir populer yang mengutuk dugaan pembunuhan tahanan dan warga sipil tak berdosa di Afghanistan yang dilakukan oleh tentara Australia, dan penggunaan gambar untuk menyerukan penyelidikan atas masalah ini masuk akal. Sebaliknya mereka menilai permintaan Morrison sebagai sesuatu yang konyol dan licik.

Chen Hong, direktur Pusat Studi Australia di East China Normal University di Shanghai, mengatakan bahwa dugaan pembunuhan brutal oleh Pasukan Khusus Australia terhadap 39 warga sipil Afghanistan yang tidak bersenjata dan tidak bersalah adalah tidak manusiawi dan dikutuk oleh China dan negara-negara lainnya.

“Permintaan Morrison agar China meminta maaf adalah tipuan yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian publik dari kejahatan Australia di Afghanistan,” kata Chen.

“Langkahnya dapat menyebabkan hubungan antara kedua negara terus menurun,” lanjutnya.

Akhir-akhir ini hubungan China-Australia memang terus memburuk, terutama di bidang kerja sama perdagangan kedua negara.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya