Berita

Anton Tabah/Net

Nusantara

Anton Tabah Harap Pengurus Baru MUI Bisa Jadi Mitra Kritis Pemerintah Dan Bela Pancasila 18 Agustus 1945

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 18:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pergantian kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah dilangsungkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X tahun 2020 sejak hari Rabu ini (25/11) hingga Jumat mendatang (27/11).

Pengurus DPP MUI periode 2015-2020, Anton Tabah, menyampaikan harapannya kepada mereka yang akan menjadi pengurus struktural MUI untuk periode 2020-2025.

Dalam implementasi peranan MUI untuk umat Islam dan masyarakat Indonesia, Anton Tabah meminta para pengurus yang akan terpilih untuk waktu mendatang bisa menjadi mitra kritis pemerintah.


"Untuk itu diharapkan Munas melahirkan kepengurusan yang perkokoh tupoksi MUI sebagai Khadimul Ummah (Pelayan Umat) dan Shodiqul Hukmah (penasihat kritis pemerintah)," ujar Anton Tabah dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/11).

"Sebagai mitra kritis pemerintah, MUI wajib harus katakan benar jika pemerintah benar, katakan salah jika pemerintah salah. Ikon MUI Amar Maruf Nahi Munkar harus ditegakkan," tambahnya.

Sekarang ini, menurut Anton Tabah, Bangsa tengah dihadapkan dengan kondisi yang tidak mudah. Yaitu ada pandemi Covid-19, kondisi sosial politik hukum yang tidak kondusif, kerukunan umat beragama, ekonomi buruk dan kasus penistaan agama Islam yang meningkat.

"Untuk itu, pengurus baru MUI harus mampu memanage umat, tokoh-tokoh Agama, masyarakat, umaro dan ulama yang selalu membangun keumatan dan Zuama selaku pensehat umaro, diminta atau tidak diminta, itu wujud dari tupoksi MUI Amar Maruf Nahi Munkar," ungkapnya.

Sebagai contoh penanganan kasus penisataan agama, pengurus MUI periode lalu telah mampu meyelesaikan konflik-konflik agama di wilayah Papua. Sulawesi Utara, Bali, NTT dan beberapa daerah lainnya.

"Contoh kasus pembakaran masjid Tolikara Papua. Saya, Prof. Utang, Prof. Yusuf Masri, menginap tiga hari tiga malam, sehingga tokoh-tokoh Kristen Tolikara malah ikut bangun mssjid yang dibakar tersebut," ungkap Anton Tabah.

"Juga 5 masjid di kota Denpasar yang dirusak diperbaiki oleh tokoh-tokoh Bali bersama umat dan lain-lain. Intinya komunikasi yang baik kontinyu," sambungnya.

Selain itu, Anton Tabah juga melihat Indonesia kini sedang dihadapkan ujian berat, yakni ada kelompok yang ingin mengubah Pancasila menjadi pintu masuk paham-paham yang kontra pancasila, seperti neokomunisme, liberal, sekuler, syiah dan sebagainya.

Karena itu, dia berharap Munas MUI tahun ini mampu memilih pengurus yang bela Islam dan bela Pancasila versi tanggal 18 Agustus 1945, dan membasmi paham-paham kontra Pancasila secara sungguh-sungguh.

"MUI harus dipimpin ulama tangguh, cerdas, berintegritas, istiqamah, peduli umat Islam. Karena MUI tempat musyawarah ulama, zuama, cendikiawan muslim dan menjadi tenda besar untuk semua ormas/ lembaga Islam," ucap Anton Tabah.

"Karena itu, MUI tak boleh dikuasai ormas tertentu. Maka kepemimpinan dan kepengurusan MUI harus mengakomodir semua potensi umat Islam," Pungkas mantan Petinggi Polri yang kini aktif dakwah tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya