Berita

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, disebut Napoleon Bonaparte dalam persidangan kasus Djoko Tjandra/Ist

Politik

Sebut Nama Kabareskrim Di Persidangan, Kok Saat Diperiksa Propam Polri Napoleon Mingkem?

RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 11:52 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Bikin geger dalam kesaksian-kesaksiannya di persidangan, tampaknya makin sering dilakukan mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte.

Contohnya saat Napoleon bersaksi di sidang perkara dugaan suap terkait pengurusan penghapusan nama Djoko Soegiarto Tjandra dari daftar red notice Polri, pada Selasa kemarin (24/11).

Dalam persidangan tersebut, Napoleon Bonaparte bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi.


Napoleon Bonaparte yang juga terdakwa dalam perkara ini menyebut nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, dalam persidangan.

Napoleon mengaku pernah disambungkan untuk berbicara dengan Azis Syamsuddin memakai HP terdakwa Tommy Sumardi.

Dikatakan Napoleon dalam persidangan, terdakwa Tommy Sumardi juga tahu nomor HP Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Tak cuma itu, narasi yang ditampilkan seolah Tommy Sumardi datang menemui Napoleon atas restu Kabareskrim.

Yang perlu dicatat di sini bahwa Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetio Utomo, sama-sama sudah diperiksa secara intensif oleh internal Mabes Polri yaitu oleh jajaran Propam Polri.

Saat itu, Kadiv Propam Polri masih dipimpin oleh Irjen Ignasius Sigit Widiatmono.

Jika memang ada hal-hal yang menurut Napoleon perlu disampaikan untuk membela dirinya, tentu harus ia sampaikan semuanya di hadapan Propam Polri saat dia diperiksa.

Nah, mengapa ocehan-ocehan bahwa terdakwa Tommy Sumardi mengetahui nomor telepon Kabareskrim tak ia sampaikan ke hadapan Propam Polri?

Kok di depan Propam, Napoleon malah mingkem?

Seluruh rakyat Indonesia saat ini menyaksikan bahwa Bareskrim dengan sangat tegas dan tidak pandang bulu, dapat memproses 2 perwira tinggi yang diduga terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

Kedua perwira tinggi itu adalah Napoleon Bonaparte dan Prasetio Utomo.

Tak cuma menyeret kedua pati ini ke meja hijau, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo juga memimpin langsung penangkapan terhadap Djoko Tjandra yang sembunyi di Malaysia.

Penangkapan terhadap Djoko Tjandra merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo dan perintah itu dilaksanalan Bareskrim Polri pada Kamis 30 Juli 2020.

Djoko Tjandra dijemput pulang ke tanah air menggunakan pesawat khusus.

Jadi, kalau sekarang dalam setiap persidangannya, Napoleon ngoceh ngalor ngidul, mungkin karena ia tak menyangka dan sakit hati karena sekarang ia harus mempertanggungjawabkan perbuatan melawan hukumnya di Pengadilan.

Mungkin, itu jugalah sebabnya, Napoleon kalap menghantam Bareskrim lewat kesaksian-kesaksiannya sekarang di persidangan karena Bareskrimlah yang menangani kasus ini secara tegas dan profesional.

Alterum non laedere, yang artinya adalah perbuatanmu janganlah merugikan orang lain.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya