Berita

Dari kiri ke kanan: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla/Net

Politik

JK Jadi King Maker Atau Mau Nyapres?

SELASA, 24 NOVEMBER 2020 | 10:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gelagat politik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendukung kebijakan penanganan Covid-19 Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjurus kepada perbincangan Pilpres 2024.

Pasalnya, sejak awal pandemi Covid-19 masuk Indonesia, sosok yang kerap disapa JK itu mendukung kebijakan lockdown (karantina wilayah) yang merupakan satu cara yang diajukan Anies untuk menghambat penyebaran virus.

Tak sampai disitu, Politisi Senior Partai Golkar ini pun mengkomentari kepulangan Habib M. Rizieq Shihab, yang belakangan menjadi kontroversi karena disambut oleh banyak masyarakat.


JK mengatakan, kepulangan sosok ulama yang dikenal dengan HRS itu menunjukan adanya kekosongan kepemimpinan, dan sempitnya ruang aspirasi diera kepemimpinan sekarang ini.

Pun begitu, sikap politik JK yang cendrung kritis kepada pemerintah, dan mendukung bentuk kebijakan Pemprov DKI Jakarta, menjadi pertanyaan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.

Menurutnya, ada dua kemungkinan dari apa yang ditampilkan JK di panggung politik sekarang ini.

Pertama, kemungkinan JK sedang menjadi King Maker atau orang yang akan membantu satu sosok untuk maju pada kontestasi politik Pilpres 2024. Dalam hal ini, Anies Baswedan.

"Jika JK menjadi King Maker, Anies bisa makin kuat. Terlepas JK saat ini tak memiliki jabatan di pemerintahan. Namun JK tetap memiliki keuatan politik yang tak bisa dianggap enteng," ujar Ujang saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/11).

Sebagai politisi yang sudah malang melintang di politik, Ujang melihat track record JK sebagai pebisnis terbilang sukses.

Namun menurutnya, ada kemungkinan kedua yang bisa saja terjadi dari kedekatan JK dengan Anies. Yakni, JK bisa meminang Anies untuk maju bersama dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Dipolitik memang tak ada yang tak mungkin. Itu (JK dan Anies ikut Pilpres 2024) mungkin saja terjadi," kata Ujang.

Namun Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini memprediksi, kemungkinan JK berpasangan dengan Anies cukup kecil. Karena keduanya tidak memiliki partai.

"Tak punya perahu untuk jadi capres atau cawapres, meski di 2024 memang akan terjadi pertarungan bebas, karena tak akan ada incumbent (petahana)," ungkapnya.

Kendati begitu, Ujang melihat pengecualian. Di mana, JK dan Anies bisa saja bersanding jika memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi sebagai capres dan cawapres.

"(Jika popularitas dan elektabilitasnya tinggi) maka partai-partai akan datang sendiri. Namun JK itu kan tak muncul dalam survey untuk capres dan cawapres," demikian Ujang Komarudin.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya