Berita

Surat surat Pilkada Medan 2020 yang diprotes AMAN/RMOLSumut

Politik

Foto Akhyar-Salman Gelap Di Surat Suara, Begini Penjelasan KPU Medan

JUMAT, 20 NOVEMBER 2020 | 16:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Surat suara dalam Pilkada Medan 2020 diprotes tim pasangan calon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. Pasalnya, dalam surat suara tersebut foto paslon nomor urut 1 itu terlihat lebih gelap dibanding paslon nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman.

Atas protes tersebut, Komisioner KPU Medan Divisi Teknis, M Rinaldi Khair, segera memberikan klarifikasi terkait foto gelap. Menurutnya, KPU Medan telah memberikan penjelasan kepada pasangan nomor urut 1 atas kejadian foto gelap tersebut.

"Itu sudah kita klarifikasi, dan tim pemenangan paslon nomor urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi diminta datang ke gudang KPU, dan mereka sudah melihat langsung. Tidak semuanya gelap, dan mereka juga menerima penjelasan dari kita," ujar Rinaldi, Jumat (20/11).


Rinaldi menuturkan, desain yang mereka (Akhyar-Salman) setujui sejak awal itu, memang seperti itu.

"Di mana desainnya mereka memilih desain yang natural, wajahnya itu tampak natural. Sementara di paslon lain yakni nomor urut 2, itu desainnya dari awal memang sudah mencolok dan seperti over kecerahan, gitu istilahnya," beber Rinaldi, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Nah ketika dua foto paslon ini disandingkan, beber Rinaldi, terlihatlah mana yang mencolok, mana foto yang natural. Dan natural ini menjadikan warnanya lebih terlihat gelap.

Dia menambahkan, tim paslon nomor 1 juga mengakui, awal mereka memberikan desain, dan KPU sudah mengingatkan ke LO Akhyar-Salman untuk mengganti foto, karena kapasitas fotonya terlalu kecil dan natural bila dibandingkan dengan paslon lainnya.

"Itu kita sudah ingatkan di tanggal 1 atau 2 Oktober 2020. Dan mereka mengganti," ungkapnya.

Kemudian di sekitar 7 Oktober 2020, Rinaldi mengaku menanyakan lagi apakah fotonya sudah pasti, dan mereka menjawab ada perubahan desain lagi.

"Mereka sudah tiga kali menyerahkan desain dan dua kali pergantian desain. Nah desain yang terakhir itu, mereka sudah yakini. Dan mereka juga sudah akui bahwa memang hasil desainnya desain yang natural, sehingga terjadilah kualitas yang jomplang ketika disatukan antara nomor 1 dan nomor 2," terangnya.

Toh, sambung Rinaldi, pihaknya juga mengakui yang namanya percetakan, ada yang bagus dan ada juga yang tidak sesuai.

"Tidak semuanya gelap. Nah surat suara yang rusak, yang tidak bagus atau terlalu buram, secara keseluruhan akan diganti. Dan percetakan siap untuk menggantinya. Direncanakan pada Sabtu ini, penyortiran surat suara selesai dikerjakan. Tadi di gudang KPU, kita juga sudah jelaskan langsung ke tim kampanye yang bersangkutan, dan mereka menerima penjelasan dari kita," tutup Rinaldi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya