Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pemerintah RI Terus-terusan Ngutang, Rizal Ramli: Sudah Jadi 'Pengemis Utang Bilateral', Dapatnya Cuma Recehan

JUMAT, 20 NOVEMBER 2020 | 13:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Entah apa yang akan dirasakan generasi mendatang saat mendapat beban harus membayar utang pemerintah yang kian menggunung.

Terkini, Pemerintah Indonesia mendapatkan utang baru dari Pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman mengucurkan 'bantuan' sebesar 550 juta euro atau sekitar Rp 9,1 triliun.

Informasi ini diketahui melalui unggahan akun Twitter maupun Facebook resmi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia di Jakarta pada Selasa lalu (17/11).

Bahkan sebelumnya, Indonesia juga telah mendapatkan pinjaman utang dari pemerintah Australia sebesar 1,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 15,4 triliun.

Hal ini langsung dikritisi ekonom senior DR Rizal Ramli. Di mana untuk bayar bunga utang saja, Pemerintah Indonesia harus kembali mencari utang baru.

"Mas @jokowi, mau dibawa ke mana RI? Surat utang bunganya semakin mahal. Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah," ucap Rizal Ramli melalui akun Twitter @RamliRizal, Jumat siang (20/11).

Strategi utang pemerintah pun kini mengalami perubahan. Mencari utangan dari satu negara ke negara lain. Seperti yang dilakukan belakangan ini.

"Makanya mulai ganti strategi jadi 'pengemis utang bilateral' dari satu negara ke negara lain. Itupun dapatnya recehan. Itu yang bikin ‘shock’," lanjut RR, sapaan akrabnya.

Sebagai gambaran, hingga akhir September 2020, total utang pemerintah Indonesia telah mencapai Rp 5.756,87 triliun. Artinya, rasio utang pemerintah adalah 36,41% terhadap PDB.

Total utang pemerintah itu terdiri dari pinjaman sebesar Rp 864,29 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 4.892,57 triliun.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan utang luar negeri tertinggi ke-7 di dunia.

Populer

Selain Kecelakaan Sriwijaya Air, Paranormal Mbak You: 2021 Ada Gerakan Ganti Presiden

Senin, 11 Januari 2021 | 21:56

Disebut Orang Kaya, Gelandangan Yang Ditemui Risma Ngaku Tidak Dipedulikan Keluarga

Kamis, 07 Januari 2021 | 17:56

Pak Tua Yang Ditemui Risma Dikuliti Warganet, Bukan Gelandangan?

Kamis, 07 Januari 2021 | 00:20

Jokowi Belum Tentu Disuntik Sinovac, Haris Rusly Moti: Masa Sih Begitu?

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:17

Berani Lawan Anies, Gibran Diingatkan "Martabak" Lebih Lembek Ketimbang "Mebel"

Kamis, 07 Januari 2021 | 13:41

Pantas Corona Naik Drastis, Praktik Jual Beli Surat Tes Covid-19 Ternyata Marak Di Bandara

Kamis, 07 Januari 2021 | 08:17

Rumah Yang Digeledah KPK Terkait Korupsi Bansos Diduga Milik Keluarga Politisi PDIP Ihsan Yunus

Selasa, 12 Januari 2021 | 16:33

UPDATE

Gempa Majene Sulbar, Turki Sampaikan Bela Sungkawa Untuk Indonesia

Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:59

Analis Tiongkok: Tindakan AS Terhadap Xiaomi Adalah Bentuk 'Kegilaan' Terakhir Donald Trump

Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:46

Kisah Sang Tiran Ivan IV Vasilyevich: Tsar Rusia Pertama Yang Paling Mengerikan

Sabtu, 16 Januari 2021 | 06:10

Jika Dilantik, Listyo Sigit Prabowo Akan Tembus Rekor Kapolri Termuda

Sabtu, 16 Januari 2021 | 05:24

Syahrial Nasution: Istana Simbol Keadilan, Bukan Tempat Perlindungan Raffi Ahmad Atas Kecerobohannya

Sabtu, 16 Januari 2021 | 05:10

PKS Ingin Polri Di Bawah Kepemimpinan Listyo Sigit Bisa Saingi KPK

Sabtu, 16 Januari 2021 | 04:32

Gading Seno

Sabtu, 16 Januari 2021 | 04:17

Listyo Sigit Calon Kapolri, Pesan Jokowi Gunakan Orang Dekat Untuk Amankan Kekuasaan Makin Kuat

Sabtu, 16 Januari 2021 | 04:06

Hormati Kesimpulan Komnas HAM, Gus Jazil: Polisi Harus Usut Kematian 6 Laskar FPI

Sabtu, 16 Januari 2021 | 03:48

Sesuai UU, DPR Bisa Tolak Listyo Sigit Jadi Kapolri Kalau Tidak Setuju

Sabtu, 16 Januari 2021 | 03:40

Selengkapnya