Berita

Para pekerja facebook/Net

Dunia

Lebih Dari 200 Moderator Konten Facebook Tulis Surat Terbuka, Minta Zuckerberg Izinkan Kerja Dari Rumah

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 15:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Selama pandemi Covid-19 , Facebook telah mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah hingga Juli 2021. Namun, banyak moderator konten yang dipekerjakan oleh perusahaan kontraktor pihak ketiga seperti Accenture dan CPL yang mengatakan bahwa mereka telah dipaksa untuk kembali ke kantor.

Hal itu mendorong lebih dari 200 moderator konten Facebook dari seluruh AS dan Eropa untuk menulis surat terbuka kepada CEO Mark Zuckerberg dan mendesaknya untuk membiarkan mereka bekerja dari rumah selama pandemi virus corona.

“Kami, moderator konten Facebook dan karyawan Facebook yang bertanda tangan di bawah ini, menulis untuk mengungkapkan kekecewaan kami atas keputusan Anda untuk mempertaruhkan hidup kami - dan nyawa rekan kerja serta orang yang kami cintai - untuk mempertahankan keuntungan Facebook selama pandemi,” bunyi surat itu, yang diterbitkan Rabu (18/11), seperti dikutip dari Forbes.


Raksasa media sosial, yang terus berjuang untuk menjaga platformnya bebas dari posting, foto, dan video yang meragukan, mengalihkan sebagian besar kontennya ke perusahaan seperti Accenture dan CPL.

Menurut lapotan The Verge, moderator yang dipekerjakan oleh Accenture di Austin, Texas dipaksa untuk kembali bekerja pada 12 Oktober dan kemudian beberapa hari kemudian salah satu dari mereka dinyatakan positif Covid-19, Intercept melaporkan secara terpisah.

Bulan lalu The Guardian juga melaporkan  bahwa moderator Facebook di CPL dipaksa untuk bekerja di kantor Dublin meskipun ada penguncian tingkat tinggi, sementara karyawan Facebook sendiri bekerja dari rumah.

Moderator, yang dibayar jauh lebih rendah dari rata-rata karyawan Facebook, mengklaim dalam surat tersebut bahwa perangkat lunak AI Facebook tidak dapat mendeteksi semua konten yang melanggar kebijakan perusahaan.

Moderator selanjutnya menuntut Facebook untuk memaksimalkan kerja di rumah, menawarkan upah darurat, mengakhiri outsourcing dan menyediakan perawatan kesehatan dan psikiatri yang “nyata”.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan, mayoritas dari 15 ribu peninjau konten global ini telah bekerja dari rumah dan akan terus melakukannya selama pandemi.

“Semuanya memiliki akses ke perawatan kesehatan dan sumber daya kesejahteraan rahasia sejak hari pertama bekerja, dan Facebook telah melampaui pedoman kesehatan dalam menjaga fasilitas agar tetap aman untuk pekerjaan di kantor,” tambahnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya