Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Mencari Makna Angkamologi

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 07:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MAKIN meluas, meninggi, merendah dan mendalam saya berupaya melakukan pembelajaran angkamologis terhadap apa yang disebut angka, makin sadar saya bahwa sebenarnya saya tidak tahu apa pun tentang apa yang disebut angka itu.

Tampaknya saya terkena kutukan terkandung di dalam kata number  di mana numb bermakna memar bahkan mati-rasa.

Kesadaran



Di samping menyadarkan saya tidak tahu apa pun soal angka, ternyata angkamologi juga menyadarkan saya bahwa pada hakikatnya angkamologi adalah demokratisasi tafsir di mana setiap insan manusia berhak asasi untuk menafsirkan angka asal bukan dengan tujuan menghina apalagi mengutuk sesama manusia.

Misalnya jangan daya gunakan angkamologi sebagai alasan menghina apalagi mengutuk sesama manusia seperti menyatakan bahwa angka-angka yang tersirat pada hari, bulan dan tahun kelahiran seseorang adalah angka-angka yang membawa sial bagi seseorang tersebut.

Tafsir


Angkamologi membuka gerbang bagi setiap insan untuk menafsirkan angka yang dipilihnya untuk ditafsirkan. Silakan juga mendayagunakan segenap unsur aritmatikal untuk menafsirkan setiap angka termasuk angka 13 untuk ditafsirkan angka bagus bagi diri sang penafsir akibat terbukti cukup banyak orang memperoleh keberuntungan seperti menang lotere, bertemu jodoh, dilantik menjadi pejabat tinggi, menerima penghargaan anugrah MURI atau Nobel pada upacara yang diselenggarakan pada tanggal 13.

Jangan hiraukan fakta bahwa juga cukup banyak orang mengalami pengalaman buruk pada tanggal 13. Karena setiap hari manusia bisa mengalami keberuntungan atau kenahasan. Apalagi keberuntungan bagi seseorang bisa merupakan kenahasan bagi orang lain dan sebaliknya.

Apa yang disebut sebagai number theory memang merupakan arsenal angka-angka yang siap kita didayagunakan untuk membenarkan mau pun menyalahkan angkamologi. Sepenuhnya tergantung kebutuhan .

Kodrat


Angkamologi jangan sampai arogan merasa diri paling penting dan paling benar sebab hanya satu di antara lebih dari triliun-triliunan pemikiran manusia yang berupaya mencari makna kehidupan di alam semesta tanpa batas maksimal maupun minimal.

Pada dasarnya angkamologi hanya merupakan pemikiran berikhtiar menyadarkan insan manusia yang mau disadarkan bahwa apa yang disebut angka mau pun apa pun di alam semesta ini secara kodrat sudah memiliki makna masing-masing yang bukan hanya senantiasa namun niscaya siap untuk ditafsirkan untuk dicari maknanya.

Bahkan apa yang disebut diri kita masing-masing juga siap untuk ditafsirkan demi dicari maknanya terutama justru oleh diri kita sendiri masing-masing sebagai upaya mawas diri sesuai sukma yang terkandung di dalam kelirumologi yaitu sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna maka tidak ada pemikiran, kebijakan, kekuasaan, budi pekerti, etika, moral, hukum, akhlak yang sempurna.

Insya Allah, sesuai kearifan ojo dumeh, setiap insan manusia terutama saya jangan terkebur merasa diri paling berkuasa maka paling benar, paling bijak, paling hebat demi senantiasa mau dan mampu mendengar pendapat orang lain yang mungkin lebih benar, lebih bijak, lebih hebat ketimbang pendapat saya sendiri.

Bagiku angkaku adalah angkaku, bagimu angkamu adalah angkamu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya