Berita

Sebuah mobil listrik mengisi daya di pelabuhan pengisian ulang jalan di London/Net

Dunia

Revolusi Hijau: Inggris Akan Keluarkan Larangan Mobil Bensin Dan Diesel Mulai 2030

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 06:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inggris akan melarang penjualan mobil dan van yang menggunakan bensin dan diesel mulai tahun 2030, lima tahun lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya.

Pelarangan itu adalah bagian dari 'Revolusi Hijau' seperti yang dikatakan Perdana Menteri Boris Johnson untuk mengurangi emisi hingga nol bersih pada tahun 2050.

Johnson, yang pernah bergulat menghadapi krisis Covid-19, ingin menggarisbawahi kredensial hijaunya sebagai bagian dari apa yang dia harapkan akan menjadi pengaturan ulang bagi pemerintahannya.


Saat ini kurang dari 1 persen  mobil di jalan raya di Inggris menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sehingga rencana perdana menteri untuk mengakhiri penjualan mobil bensin dan diesel baru akan membutuhkan investasi yang sangat besar dalam infrastruktur yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik, seperti dikutip dari AP, Rabu (18/11).

Johnson telah mengalokasikan 15,9 miliar dolar AS untuk rencananya itu berharapkan akan mengamankan hingga 250 ribu pekerjaan dan membantu memenuhi target Inggris menjadi netral karbon.

Dengan revolusi hijau, Johnson juga ingin menjadikan bersepeda dan berjalan kaki sebagai cara yang lebih menarik untuk bepergian dan berinvestasi dalam transportasi umum tanpa emisi untuk masa depan.

Rencana tersebut sebagai upaya menjadikan Inggris sebagai "pemimpin dunia" dalam teknologi penangkapan karbon dan Kota London sebagai "pusat global keuangan hijau".

Pemerintah juga akan menghabiskan 525 juta pound untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar dan kecil, dan reaktor modular baru yang canggih, yang kemungkinan akan membuat marah para pecinta lingkungan.

Johnson berharap proposal ambisius itu dapat membantu memenuhi janji untuk mengurangi ketimpangan regional yang mencolok di Inggris dan memperbaiki beberapa kerusakan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya