Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Punya Dua Vaksin, Putin Desak Negara-negara BRICS untuk Produksi Massal Vaksin Covid-19 Rusia

RABU, 18 NOVEMBER 2020 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia telah menandatangani kerja sama dengan India dan Brasil untuk memproduksi dan melakukan uji coba vaksin virus corona Sputnik V. Presiden Vladimir Putin menegaskan kembali kesepakatan itu dalam diskusi virtual KTT dengan aliansi BRICS.

"Dana Investasi Langsung Rusia telah menandatangani perjanjian dengan mitra India dan Brasil untuk melakukan uji klinis vaksin Sputnik V, serta dengan perusahaan farmasi di China dan India untuk membuka pusat produksi vaksin Rusia di negara-negara ini," kata Putin kepada lima negara anggota aliansi BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

"Ini tidak hanya untuk negara mereka sendiri, tetapi juga untuk negara lain yang membutuhkannya," lanjut Putin, seperti dikutip dari The Moscow Time, Selasa (17/11).


Putin mengimbau, sesama anggota aliansi BRICS dari negara-negara berkembang untuk memproduksi secara massal vaksin virus corona buatan Rusia itu. Ia juga mendorong anggota BRICS lainnya untuk ikut mendistribusikannya.

"Ada vaksin Rusia, mereka bekerja  secara efektif dan aman. Sangat penting untuk bersatu agar produksi massal vaksin ini beredar luas," kata Putin, tanpa memerinci lagi bagaimana upaya yang lebih luas antara lima negara dlam memproduksi vaksin itu secara massal, atau bagaimana persyaratan komersialnya.

Rusia telah mendaftarkan dua vaksin virus corona di tengah adu kecepatan dalam menghasilkan vaksin yang efektif untuk memerangi pandemi, yang kini telah merenggut nyawa 1,3 juta orang.

Pada Agustus lalu, Rusia mengumumkan vaksin pertama mereka, Sputnik V, yang dinamai seperti satelit era Soviet. Kemudian pada bulan lalu, Putin mengumumkan bahwa Rusia telah mendaftarkan vaksin virus corona yang kedua, EpiVacCorona.

Rusia telah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk percepatan pendaftaran dan prakualifikasi vaksin Sputnik V, yang menurut Rusia 92 persen efektif.

Ilmuwan Barat menanggapi dua vaksin Rusia itu dengan keprihatinannya, memperingatkan bahwa bergerak terlalu cepat bisa berbahaya.

Raksasa farmasi Pfizer dan BioNTech awal bulan ini mengumumkan bahwa vaksin virus mereka 90 persen efektif, sementara perusahaan AS Moderna mengatakan hasil awal Senin menunjukkan kandidatnya 94,5 persen efektif.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya