Berita

Ketua GP Anshor, Gus Yaqut, mempertanyakan keefektifan denda puluhan juta kepada pelanggar aturan PSBB di Jakarta/Net

Politik

Habib Rizieq Didenda Rp 50 Juta, Gus Yaqut: Tidak Akan Bisa Buat Efek Jera

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 12:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemberian denda sebesar Rp 50 juta yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadao pihak Habib Rizieq Shihab karena melanggar aturan PSBB masih jadi polemik di masyarakat.

Langkah Pemprov DKI melalui Satpol PP tersebut dinilai Satgas Covid-19 Nasional sebagai sebuah tindakan tegas. Bahkan Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menghukum denda Habib Rizieq.

Namun, menurut Ketua GP Anshor, Yaqut Cholil Qoumas, hukuman denda tidak bisa dijadikan acuan agar masyarakat merasa jera melakukan pelanggaran aturan PSBB.


“Soal dipidana atau tidak, biar jadi urusan aparat keamanan. Tapi, hukuman denda tidak akan bisa membuat efek jera,” ucap Gus Yaqut kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/11).

Politikus PKB ini justru mempertanyakan aturan denda tersebut. Karena bagi seseorang atau kelompok yang menganggap kecil denda Rp 50 juta, justru bisa sesukanya membuat kerumunan massa.

“Jadi dengan logika yang sama, boleh bikin kerumunan asal bisa bayar denda 50 juta?” tanyanya menyudahi.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya