Berita

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi/Net

Politik

Jokowi Mati Gaya Berhadapan Dengan Habib Rizieq Yang Makin Populer

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 | 20:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berdampak pada kondisi politik populis di Indonesia. Habib Rizieq makin dinilai memiliki pengaruh politik dari sudut pandang agama di Indonesia.

Demikian disampaikan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Forum Jurnalis Politik (FJP) dengan tajuk 'Habib Rizieq Pulang: Bagaimana Nasib Politik Populisme di Indonesia?', Minggu (15/11).

Ia mengatakan, ada sentimen terhadap bias populisme Islam di Indonesia. Sehingga sejumlah aktor politik bahkan Presiden Joko Widodo seakan mati gaya dengan pulangnya Habib Rizieq.


“Ada situasi krusial kultural yang dirasakan para politisi. Ketika mereka bersikap keras terhadap Rizieq Shihab, mereka akan berhadapan dengan voting block yang besar, yang seolah-olah dikesankan mendukung aspirasi Islamis seperti yang disuarakan Rizieq Shihab,” ucap Burhanuddin.

Dia menerangkan dalam data tren politik sejak tahun 2010 silam, muncul gerakan 212 yang dianggap sebagian akademisi sebagai puncak radikalisme dan intoleransi.

“Dalam survei yang kami kita lakukan bulan April 2016, enam bulan sebelum 212, tren sebelum 212 justru menunjukkan bahwa intoleransi sudah menurun. Setelah 212, yang terjaid intoleransi meningkat kembali,” bebernya.

Menurutnya, peristiwa 212 merupakan pertanda meningkatnya masyarakat yang intoleransi dengan suku, ras atau pun agama mana pun.

“212 bukan peristiwa yang terjadi di saat intoleransi sedang menurun, yang tejradi justru sebaliknya, 212 menungkatkan pendulum intoleransi,” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya