Berita

Presiden Joko Widodo/Biro Selretariat Presiden

Bisnis

Jokowi: RCEP Jadi Harapan Dan Optimisme Baru Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 | 14:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hari ini, Minggu (15/11), sepuluh negara anggota ASEAN dan lima negara mitra menandatangani sebuah kesepakatan dagang terbesar di dunia yang sangat bersejarah.

Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada akhirnya ditantangani dalam KTT ASEAN ke-37 yang berlangsung secara daring.

Totalnya, RCEP terdiri dari 20 bab, di mana terdapat delapan annex terkait akses pasar dan sepuluh annex terkait aturan petunjuk teknis.


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan, RCEP merupakan inisiatif Indonesia saat menjadi Ketua ASEAN dan disepakati pada pertemuan pemimpin ASEAN pada November 2011.

Perundingan sendiri dimulai sejak Maret 2013, di mana Indonesia bertindak sebagai kepala negosiator RCEP.

"Di dalam pertemuan RCEP, Presiden (Joko Widodo) anatra lain menyampaikan sekali lagi bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah karena kita dapat menandatangani perjanjian RCEP," kara Retno dalam konferensi pers usai pertemuan.

Setelah hampir satu abad melakukan perundingan, Retno mengatakan, penandatanganan RCEP menandai masih kuatnya komitmen terhadap multilateralisme dan prinsip-prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, serta menguntungkan.

"Yang lebih penting, menurut presiden, RCEP memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi," lanjut menlu wanita pertama Indonesia itu.

Retno menuturkan, Jokowi juga menyampaikan RCEP adalah simbol komitmen para pemimpin negara di kawasan terhadap paradigma win-win.

"Komitmen para pemimpin negara atas perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya