Berita

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Achmad Riad/RMOL

Hukum

Kapuspen: Serka BDS Mungkin Tidak Bermaksud Apa-apa, Tapi TNI Sudah Ada Aturan Bermedsos

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 14:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Prajurit TNI AU Serka BDS ditahan oleh POM TNI AU setelah viral video menyanyikan lagu sambutan kedatangan Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan, yang bersangkutan diproses lantaran di internal TNI para prajurit memiliki aturan perihal kode etik bagaimana bersikap serta bijak bermedia sosial.

"Jadi sebetulnya sudah ada beberapa ST kita sampaikan. Ya mungkin kita melihat flashback beberapa waktu yang lalu, bagaimana kita lebih baik dalam bermedia, lebih baik dalam menyampaikan media sosial," ucap Mayjen Achmad Riad di sela-sela silaturahmi Puspen dengan media, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (13/11).


Pihaknya mengakui, setiap prajurit belum mampu untuk menghindari euforia bemedsos, terlebih kedatangan Habib Rizieq Shihab yang memenuhi hampir di seluruh laman medsos.

Namun, sebagai prajurit TNI yang memiliki aturan, lanjut Mayjen Achmad Riad, sudah semestinya bersikap bijak dalam menggunakan medsos.

"Ya memang kita sudah tidak bisa menghindar ini (medsos) semua, tapi ada aturan-aturan bagi prajurit TNI yang sudah diatur baik secara UU, kita punya KUHPM, kita juga punya UU disiplin militer yang dikeluarkan Bapak Panglima di masing-masing angkatan," urainya.

Menurut Mayjen Achmad Riad, Serka BDS kurang paham dalam menggunakan media media sehingga tersedot perhatiannya saat Habib Rizieq Shihab pulang ke tanah air.

"Ya ini mungkin kejadian seperti ini, mungkin ya dia kurang mengerti tujuannya apa, tidak ada maksud apa-apa. Tapi yang jelas tentu perlu kita ingatkan supaya kita berdiri di semua golongan," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya