Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Angkamologi Sembilan

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 07:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMBILAN adalah angka tunggal terakhir sebelum sepuluh sebagai angka bukan tunggal yang pertama. 9 merupakan angka penting bagi bangsa Indonesia sebab nama Indonesia terdiri dari 9 huruf.

Jumlah huruf nama Panglima Besar Soedirman adalah 9. Apabila segenap angka pada 17 Agustus 1945 diurai menjadi 1+7-8+1-9+4+5, maka hasilnya juga 9.

Jumlah huruf pada nama depan sahabat saya, Yunglitar Puwita dan istrinya, Widayanti Tania mau pun jarak usia antara mereka berdua dan juga nomor rumah mereka, mau pun jumlah huruf pada kota yang tertera pada KTP mereka berdua yaitu Tangerang, serta jumlah tahun mereka berdua menanti kelahiran anak pertama, mau pun jumlah cucu orangtua Yunglitar semuanya adalah 9.


Sayang jumlah huruf pada nama saya bukan 9 tetapi 11, namun jarak antara 9 dan 11 = 2 apabila dikurangkan pada 11 ternyata juga menjadi 9. Horeeee !

Ekuasi 9=3 kuadrat indah secara simetris memadani ekuasi 8=2 pangkat 3.

Angka 9 bermanfaat untuk mengetahui apakah sebuah angka bisa dibagi 9 dengan saling menjumlahkan setiap digit angka tersebut misalnya 176.328 adalah 1+7+6+3+2+8=27 yang bisa dibagi 9 berarti 176.328 juga bisa dibagi 9.

Menarik adalah sekuensa mengecil di satu sisi dan membesar di sisi lain yang dimulai dengan 9+1 disusul 8+2 lalu 7+3 kemudian 6+4 berakhir pada 5+5 selalu jumlahnya tetap 10.

Sementara 9-1=8 disusul 8-2=6 lalu 7-3=4 kemudian 6-4=2 berakhir pada 5-5=0 menampilkan hasil-hasil angka genap yang setiap kali menurun 2 sampai berakhir pada 0. Lain halnya dengan 9X1=9 disusul 8X2=16 lalu 7X3=21 kemudian 6X4=24 berakhir pada 5X5=25 berawal dengan jarak 7 lalu 5 lalu 3 lalu 1 yang semunya angka prima.

Celakanya 9:1=9 ; 8:2=4 lalu berakhir pada 7 yang tidak bisa dibagi 3 kecuali hasil yang diinginkan bukan angka utuh merupakan bukti pembagian memang paling problematis dibanding penambahan, pengurangan, pengalian.

Fakta tersebut membuktikan bahwa membagi secara adil memang merupakan kebijakan paling problematis. Setiap angka sampai dengan 90 dikalikan 9 lalu para digit saling ditambahkan hasilnya selalu 9 namun keajaiban berhenti apabila 9 dikalikan 91 yang hasilnya 189 di mana 1+8+9=bukan 9 tapi 18 .

Apabila jumlah Pandawa ditambah jumlah Punakawan maka 5+4=9. Semula diyakini bahwa jumlah planet yang mengitari matahari adalah sembilan sampai saat para astronom bersepakat  bahwa Pluto bukan planet meski nama anjing pada komik Mickey Mouse maka jumlah planet yang mengitari matahari tinggal delapan.

Saya manut saja sebab tidak mampu menghitung jumlah planet yang mengitari apalagi tidak mengitari matahari. Meski sebenarnya saya mampu menghitung sampai sembilan.

Bulan November yang menurut namanya semula bulan ke sembilan terpaksa menyerahkan posisinya kepada bulan September yang menurut namanya seharusnya bulan ke tujuh.

Sementara November menyundul Desember yang semula bulan ke sepuluh menjadi ke duabelas. Untung tidak ada bulan ke tigabelas. Juga untung Sembilan Dewi dalam mitologi Yunani tidak berubah sebab tetap Calliope dewi puisi epik, Clio dewi sejarah, Erato dewi kasih-sayang, Euterpe musik dan puisi lirik, Melpomene dewi tragedi, Polyhymnia dewi himne, Terpischore dewi seni tari, Thalia dewi komedi, Urania dewi astronomi.

Sementara bagi saya sembilan hidangan terlezat dalam urutan acak adalah sate ayam, sate kambing, tahu pong, semur lidah, rendang, pecel, gado-gado, soto dan gudek. Sebenarnya masih lebih banyak lagi hidangan  terlezat namun jika saya beber semuanya maka jumlahnya menjadi tidak sesuai dengan naskah berjudul angkamologi sembilan ini.

Sama halnya meski sebenarnya luar biasa banyak warisan kebudayaan Nusantara namun agar selaras tema angkamologi sembilan maka warisan mahakarya kebudayaan Nusantara (jumlah hurufnya  9) berdasar urutan abjad di dalam naskah yang sedang baca ini,  mohon dimaafkan bahwa terpaksa saya batasi hanya sembilan saja yaitu angklung, batik, bedayan, jamu, dangdut, keris, kroncong, subak dan wayang. MERDEKA !

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya