Berita

Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu/Net

Politik

Pengamat: Dari Sekian Ratus Organ Relawan Jokowi, Hanya Adian Yang Ngurus Jabatan Di BUMN

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 15:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sikap politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu yang terus menerus mengkritik dan menyudutkan Erick Thohir tidak memberikan pengaruh terhadap kinerjanya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pengamat Pusat Studi BUMN dari FEB Universitas Hasanudin Makassar, Mursalim Nohong mengatakan, Erick Thohir sudah memiliki konsep yang jelas dalam melakukan transformasi perusahaan plat merah, sehingga serangan-serangan tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

“Yang pasti selamaya akan ada yang mengganggu, siapa yang mengganggu tentu mereka-mereka ini yang tidak senang dengan kebijakan yang diambil oleh menteri dan kemudian kebijakan berdampak terhadap situasi nyaman yang selama ini mereka rasakan,” kata Mursalim kepada wartawan, Kamis (12/10).


Lanjut Mursalim, sepanjang perjalanan melakukan transformasi perusahaan BUMN tentu tidak selalu berjalan mulus. Pasalnya, pasti akan ada banyak pihak yang terpengaruh oleh gebrakan kebijakan Erick itu.

Menurutnya, selagi Erick memiliki konsep yang jelas dalam membenahi BUMN, tentu tidak akan terganggu oleh kritik yang dilontarkan oleh Adian tersebut. Sebab, isu yang sampaikan oleh Adian juga belum tentu berdasarkan data yang valid.

“Sebenarnya melihat bahwa itu (kritik Adian) tidak terlalu substansi dan sepertinya juga kemudian saya melihatnya Pak Menteri tidak terlalu menganggap itu sebagai sebuah sandungan yang misalnya apa yang disampaikan oleh Adian adalah isu-isu kalau pun data dan informasinya tidak valid kan tidak memiliki efek yang besar,” Bebernya.

Sebagai anggota dari partai pendukung pemerintah, lanjut Mursalim, Adian seharusnya memberikan sebuah masukan yang konstruktif terhadap pemerintah dalam hal ini BUMN, daripada membangun opini yang berangkat dari sebuah kepentingan.

“Lebih bagus juga kalau dia (Adian) menunjukan sebuah konsep yang jelas bahwa yang selama ini mereka sampaikan bukan sebuah konsep, hanya berdasarkan isu dan isunya itu dibangun dari sebuah kepentingan,” jelasnya.

Mursalim menilai kinerja Erick dalam satu tahun terakhir ini sudah bagus. Seperti contohnya mencoba untuk merampingkan perusahaan BUMN, kemudian melakukan klasterisasi berdasarkan masing-masing core bisnisnya.

“Ini sebuah upaya untuk membangun atau menjadikan BUMN ini menjadi lebih berkinerja dan lebih berkontribusi terhadap negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kajian Lintas Generasi, Agung Wibowo Hadi, menganggap manuver politik Adian Napitupulu yang kerap menyudutkan Erick Thohir dinilai kekanak-kanakan dan diminta segera dihentikan.

"Sikap Adian tersebut sangat kekanak-kanakan dan hanya membuat gaduh saja,” kata Agung.

Agung yang juga aktivis 98 ini meminta Adian Napitupulu yang juga Sekjen Perhimpunan Aktivis Nasional 98 (PENA 98) lebih mengedepankan data dan fakta dalam mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

“Kritik menteri itu biasa dan risiko jabatan publik, tapi sebagai eksponen 98, kritik itu harusnya bersifat korektif dan konstruktif, bukan sekadar membela kepentingan sempit,” ujarnya..

Terkait sikap kritis Adian yang mempersoalkan sedikitnya porsi jabatan di BUMN yang diisi oleh relawan pendukung Jokowi. Menurut Agung, hal itu bukan wewenang Adian.

"Itu bukanlah wewenang Adian untuk mengurusi jabatan di BUMN. Coba lihat saja dari sekian ratus organ relawan pendukung Jokowi, nampaknya hanya Adian saja yang berisik dan gaduh meminta porsi jabatan di BUMN,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya